Bikin Onar Saat Gencatan, Israel Rilis Peta 'jajah' Lebanon Selatan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Israel untuk pertama kalinya mempublikasikan peta garis penempatan baru pasukannya di Lebanon selatan, wilayah yang dikuasai milisi Hizbullah, dan menempatkan puluhan desa di bawah kendalinya.

Perilisan peta ini berjalan hanya beberapa hari setelah gencatan senjata dengan Hizbullah mulai berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada komentar langsung dari pejabat Lebanon maupun Hizbullah nan didukung Iran. 

Membentang dari timur ke barat, garis penempatan dalam peta tersebut masuk sejauh 5 hingga 10 kilometer dari perbatasan ke wilayah Lebanon. Garis itu membentang di area nan menurut Israel bakal dijadikan apa nan disebutnya sebagai area penyangga.

Pasukan Israel telah menghancurkan desa-desa Lebanon di area itu dengan argumen untuk melindungi kota-kota di utara Israel dari serangan Hizbullah.

Israel juga telah membentuk area penyangga di Suriah dan di Jalur Gaza Palestina, wilayah nan tetap diduduki Tel Aviv sejak melancarkan agresi sadis pada 2023 lalu.

"Lima divisi, berbareng pasukan Angkatan Laut Israel, beraksi secara berbarengan di selatan garis pertahanan depan di Lebanon selatan guna membongkar prasarana teror Hizbullah dan mencegah ancaman langsung terhadap organisasi di Israel utara," kata militer Israel dalam pernyataan nan menyertai peta itu seperti dikutip Reuters pada Minggu (20/4).

Saat ditanya apakah penduduk nan mengungsi akibat serangan Israel bakal diizinkan kembali ke rumah mereka, militer Israel menolak berkomentar.

Saat ini, penduduk sipil dapat mengakses sebagian desa nan berada tepat di garis nan ditetapkan Israel alias di luarnya. Namun, otoritas Lebanon menuturkan pasukan Israel tetap mencegah penduduk memasuki sebagian besar wilayah di selatan garis tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan rumah-rumah di perbatasan nan dimanfaatkan Hizbullah bakal segera diratakan dan dihancurkan.

"Dan setiap gedung nan menakut-nakuti tentara kami serta setiap jalan nan dicurigai dipasangi bahan peledak kudu segera dihancurkan," ucap Katz.

Lebanon terseret ke dalam perang pada 2 Maret, ketika Hizbullah melancarkan serangan sebagai support kepada Iran dan kemudian memicu serangan jawaban dari Israel. Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel sejak awal Maret telah menewaskan lebih dari 2.100 orang, termasuk 177 anak-anak, dan memaksa lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.

Hizbullah belum mengungkap jumlah korban di pihak mereka. Namun, sekitar 400 milisi dilaporkan telah tewas hingga akhir Maret.

Di sisi lain, Israel mengeklaim serangan Hizbullah sejauh ini telah menewaskan dua penduduk sipil di wilayahnya dan 15 tentaranya tewas di Lebanon.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional