Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dilaporkan enggan mengungkap arsip nota kesepahaman (MoU) dengan Iran, untuk diperlihatkan ke Israel.
Sumber Israel nan mengetahui masalah itu mengatakan pemerintahan Donald Trump menolak permintaan Tel Aviv untuk memandang isi perjanjian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut Trump cemas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bakal membocorkan MoU itu sebelum dirilis secara resmi, demikian dikutip CNN, Selasa (16/6).
Media Israel, i24 News, juga melaporkan perihal serupa dari pernyataan pejabat AS.
"Saya bisa mengonfirmasi secara resmi bahwa Israel meminta akses ke arsip MoU Iran dan ditolak," demikian laporan koresponden i24 News di X.
"Itu adalah perkembangan nan luar biasa dan sangat tidak biasa antara sekutu dekat dalam rumor nan sangat krusial bagi keamanan nasional," imbuh dia.
Namun, pejabat AS lain membantah laporan semacam itu dan menyebutnya "tidak akurat."
"Amerika Serikat tetap berkoordinasi erat dengan mitra regional kami, termasuk Israel, sepanjang negosiasi," ungkap pejabat itu.
Hingga kini, MoU AS-Iran belum dirilis secara resmi ke publik. Beberapa pihak mengatakan kesepakatan baru bakal diluncurkan di hari nan sama setelah penandatanganan.
MoU bakal ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang. Kesepakatan itu dilaporkan berisi pembukaan Selat Hormuz, pencabutan hukuman terhadap Iran, hingga masa depan program nuklir Iran.
MoU ini juga diharapkan bakal menjadi jangkar negosiasi lanjutan AS-Iran untuk betul-betul mengakhiri perang.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·