Jakarta, CNN Indonesia --
Istilah Petrodolar kembali mencuat di tengah perang Timur Tengah sekarang, seiring dengan kemunculan istilah Petroyuan.
Kedua istilah itu mencuat dalam kaitannya dengan perdagangan minyak dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petrodolar didefinisikan corak mata duit nan digunakan secara dunia untuk bayar minyak.
Sistem Petrodolar pada dasarnya adalah praktik dunia pertukaran minyak dengan dolar AS, bukan mata duit lainnya. Ini berfaedah bahwa negara mana pun nan membeli minyak, mereka bayar negara penghasil minyak dalam Petrodolar, nan nilainya setara dengan dolar AS.
Dan semuanya dimulai sejak AS dan Arab Saudi membikin perjanjian pada 1974.
Arab Saudi setuju untuk menjual minyak hanya dalam dolar AS. Sebagai imbalannya, AS memberikan perlindungan militer dan investasi.
Dalam kitab "Kerajaan Petrodollar Arab Saudi" karya Robert Lacey disebutkan ketika Arab mulai ketiban rezeki nomplok minyak.
"Kalau saja bukan lantaran suatu keanehan nan terjadi pada lapisan bumi tempatnya berpijak, maka bumi Barat pastilah tak bakal peduli apa nan terjadi dengan Raja Khalid," tulis Robert Lacey.
Disebutkan pula para mahir pengetahuan bumi menjuluki lapisan tanah Arab Saudi ini "Arab-D." Ini adalah lapisan nan kaya dengan kandungan minyak bumi nan pernah ditemukan manusia.
Inilah nan membikin negara-negara Barat terutama AS membuka banyak kerjasama ekonomi dan politik. Petrodollar kemudian berjaya.
Sistem Petrodolar didirikan pada tahun 1970-an setelah runtuhnya sistem Bretton Woods dan merupakan salah satu pengaturan moneter paling krusial dalam sejarah modern.
Pada tahun 1944, perjanjian Bretton Woods menjadikan dolar AS sebagai jangkar sistem moneter global, dipatok pada emas dan mata duit lainnya dipatok pada dolar.
Kerangka kerja ini bermaksud untuk memberikan stabilitas finansial dunia setelah fragmentasi ekonomi akibat Perang Dunia Kedua dan memperkuat posisi dolar sebagai mata duit persediaan dunia.
Tapi pada 1971 Presiden AS Richard Nixon meninggalkan standar emas untuk mengekang inflasi setelah bank sentral asing, nan semakin enggan memegang dolar nan nilainya terus menurun, mulai mengkonversi persediaan dolar mereka menjadi emas.
Sistem Petrodolar muncul sebagai langkah pengganti untuk menjaga dolar sebagai tulang punggung transaksi internasional.
Istilah ini kemudian digunakan oleh negara-negara Timur Tengah penghasil minyak bukan hanya Arab Saudi.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·