SAMPIT – Warga di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir. Antrean panjang kendaraan roda dua maupun empat terlihat mengular hingga ke jalan pada Selasa, 28 April 2026 malam.
Hal tersebut membikin penduduk merasa resah, terutama para pengguna kendaraan nan berjuntai pada BBM dalam aktivitas sehari-hari.
Salah penduduk nan merupakan pengemudi taxi, Yogi mengaku cemas karena dirinya terkadang terlambat menjemput penumpang lantaran antrean kendaraan nan panjang.
“Kadang berangkat bisa terlambat. Karena kudu antre nan lama,” ujarnya.
Dirinya saat dikonfirmasi mengaku telah mendatangi empat SPBU, dua diantaranya kosong sementara dua lainnya antrean sangat panjang.
“Saya SPBU Samekto, Pal 2 Tjilik Riwut kosong pertalite dan pertamax. Di SMP 3 antrean panjang dan disini MT Haryono rupanya juga sama panjangnya,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Natalie, pengendara sepeda motor nan sudah berpindah-pindah SPBU lantaran terlalu banyak nan mengantre.
“Saya jika dinas malam bisanya isi di MT Haryono arah pulang tapi antreannya panjang sekali,” jelasnya
Ia mengaku sempat membayangkan kondisi penduduk nan ada di pelosok saat mengantre. Menurutnya jika penduduk nan berada di dalam kota saja susah gimana dengan nan di desa.
“Saya sempat membayangkan gimana mereka nan ada dikampung jika dikota saja seperti ini,” ungkapnya getir.
Warga berambisi agar perihal ini menjadi perhatian unik bagi pemerintah wilayah dan pihak terkait, utamanya Pertamina untuk betul-betul mengawasi distribusi.
“Jangan hanya klaim stok kondusif tetapi juga awasi distribusinya,” pungkasnya.
(Utomo)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·