CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 16:43 WIB
Pemandangan Kota Ho Chi Minh dari Saigon Skydeck Bitexco Financial Tower, Vietnam. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Komisi VII Novita Hardini meminta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berani memutuskan posisi daya saing Indonesia secara riil di area Asia Tenggara. Novita menyinggung rumor soal Vietnam nan sektor wisatanya sudah melampaui Indonesia.
Hal ini disampaikan Novita saat rapat kerja dengan Menpar di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).
Novita berambisi Menpar tak terjebak dalam kepuasan semu atas capaian nomor devisa organik dan jumlah kunjungan visitor asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memandang banyak devisa nan masuk sepanjang tahun 2025 serta tingginya nomor kunjungan visitor mancanegara. Namun, kita belum memandang gimana posisi Indonesia secara objektif di Asia [Tenggara]. Ada rumor besar di ASEAN bahwa sektor pariwisata Vietnam saat ini sudah jauh melampaui Indonesia," kata Novita dalam keterangan tertulisnya.
Novita meminta Menpar dalam rapat selanjutnya memberi info pembanding wisata di Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Ia menyebut ada tiga persoalan esensial nan kudu segera dituntaskan. Pertama adalah percepatan konektivitas udara.
"Promosi nan masif bakal menjadi sia-sia jika tidak ditopang oleh akses penerbangan langsung (direct flight) nan memadai ke beragam daerah," katanya.
Ia mencontohkan perlunya rute strategis seperti dari Bangkok langsung menuju beberapa wilayah seperti Manado alias Kediri.
Menurutnya tanpa ada konektivitas merata, kejadian over tourism hanya bakal menumpuk di titik-titik tertentu saja.
Novita juga menyinggung reformasi izin alih kegunaan lahan daerah. Ia mengatakan kepala wilayah terutama di wilayah Klaten, Jawa Tengah mengeluhkan potensi investasi pariwisata nan mandek akibat rumitnya izin alih kegunaan lahan saat ini.
"Kementerian Pariwisata dituntut datang untuk memitigasi halangan birokrasi ini agar arus investasi di wilayah tidak tersendat," kata personil fraksi PDI Perjuangan ini.
Terakhir Novita berambisi ada pemberian kewenangan fiskal ke wilayah demi pendapatan original daerah.
"Para kepala wilayah pada dasarnya sepakat dengan upaya pengumpulan pendapatan negara sekreatif mungkin, termasuk dalam penyesuaian fiskal," katanya.
Novita berambisi RI berkaca pada Dubai, Uni Emirat Arab nan awalnya berjuntai pada minyak namun sekarang bisa mencetak pendapatan dari pariwisata.
(tim/sur)
Add
as a preferred source on Google
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·