7 Arti Memasukkan Tangan Ke Dalam Saku Menurut Psikologi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 06 Jun 2026 08:00 WIB

Ilustrasi tangan Ilustrasi. Sering memasukan tangan ke saku mempunyai makna unik menurut psikologi. (stevepb/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Bahasa tubuh merupakan salah satu corak komunikasi nonverbal nan dapat mengungkapkan perasaan, pikiran, hingga tingkat kepercayaan diri seseorang. Setiap aktivitas tubuh mempunyai makna tertentu, termasuk kebiasaan memasukkan tangan ke dalam saku saat berdiri, berjalan, alias berbincang dengan orang lain.

Lalu, apa makna memasukkan tangan ke dalam saku?

Meski terlihat sederhana, gestur ini rupanya dapat mempunyai makna nan beragam, tergantung pada situasi dan konteks nan menyertainya. Dalam pengetahuan bahasa tubuh, tidak semua aktivitas dapat diartikan secara langsung tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, krusial untuk memahami beragam kemungkinan makna di kembali gestur tersebut. Dengan mengenali konteks dan aktivitas pendukung lainnya, seseorang dapat menginterpretasikan pesan nonverbal secara lebih akurat.

Dikutip dari Psych Mechanics, berikut makna memasukkan tangan ke dalam saku menurut ilmu jiwa dan bahasa tubuh:

Salah satu makna memasukkan tangan ke dalam saku nan paling umum adalah kecenderungan untuk menutup diri. Ketika seseorang menyembunyikan tangannya saat berinteraksi, dia dapat memberikan kesan kurang terbuka dibandingkan orang nan menggunakan aktivitas tangan secara bebas.

Dalam komunikasi sosial, tangan nan terlihat kerap diasosiasikan dengan keterbukaan, kejujuran, dan rasa aman. Sebaliknya, menyembunyikan tangan dapat menimbulkan kesan bahwa seseorang sedang menjaga jarak alias tidak mau terlalu terlibat dalam interaksi.

2. Menandakan kekhawatiran sosial

Banyak orang tanpa sadar memasukkan tangan ke dalam saku ketika merasa gugup alias tidak nyaman di lingkungan sosial. Kondisi ini sering ditemukan pada perseorangan nan mengalami kekhawatiran sosial.

Saat berada di rumah alias lingkungan nan familiar, seseorang mungkin jarang melakukan gestur tersebut. Namun, ketika berada di tempat baru alias berjumpa banyak orang, kebiasaan memasukkan tangan ke dalam saku bisa muncul sebagai respons terhadap rasa canggung dan ketidaknyamanan.

3. Menjadi corak menenangkan diri

Dalam ilmu jiwa bahasa tubuh, terdapat istilah self-soothing gestures alias aktivitas nan dilakukan untuk menenangkan diri. Memasukkan tangan ke dalam saku termasuk salah satu corak perilaku tersebut.

Saku dapat memberikan sensasi kondusif dan nyaman lantaran tangan berada di tempat nan terlindungi. Secara tidak sadar, tindakan ini membantu seseorang mengurangi ketegangan saat menghadapi situasi nan membuatnya stres alias gugup.

Arti memasukkan tangan ke dalam saku juga bisa berangkaian dengan rendahnya minat untuk terlibat dalam percakapan alias aktivitas sosial tertentu. Gestur ini dapat menjadi sinyal bahwa seseorang tidak mau terlalu berperan-serta dalam hubungan nan sedang berlangsung.

Dalam beberapa situasi, tindakan tersebut seolah menyampaikan pesan nonverbal bahwa dirinya memilih menjaga jarak alias tidak mempunyai kesukaan besar terhadap pembahasan maupun orang-orang di sekitarnya.

5. Memberikan kesan santuy dan percaya diri

Meski sering dikaitkan dengan rasa tidak nyaman, memasukkan tangan ke dalam saku tidak selalu berarti negatif. Dalam kondisi tertentu, gestur ini justru dapat menunjukkan rasa santuy dan percaya diri.

Makna ini biasanya terlihat ketika seseorang berdiri tegak, bahunya rileks, dan dagunya sedikit terangkat. Kombinasi bahasa tubuh tersebut menciptakan kesan tenang, nyaman, serta tidak mudah terpengaruh oleh situasi di sekitarnya.

Dalam beberapa konteks, makna memasukkan tangan ke dalam saku dapat mengarah pada sikap acuh tak acuh alias apalagi superioritas. Seseorang nan merasa dirinya lebih berpengaruh alias lebih krusial dibandingkan orang lain terkadang menggunakan gestur ini untuk menunjukkan jarak sosial.

Tak heran jika pose tangan di dalam saku sering digunakan dalam sesi foto untuk menciptakan kesan santai, dingin, alias tidak terlalu peduli terhadap penilaian orang lain.

7. Jempol di luar saku menandakan dominasi

Variasi gestur juga memengaruhi maknanya. Jika jari-jari berada di dalam saku, tetapi jempol tetap terlihat di luar, perihal ini biasanya dihubungkan dengan tingkat kepercayaan diri nan tinggi.

Dalam bahasa tubuh, jempol sering dianggap sebagai simbol kekuatan dan dominasi. Karena itu, menampilkan jempol sembari menyimpan jari lainnya di dalam saku kerap diartikan sebagai sinyal kekuasaan, status, alias rasa percaya diri nan kuat.

Itulah sejumlah makna memasukkan tangan ke dalam saku menurut ilmu jiwa dan bahasa tubuh. Makna gestur tersebut sangat berjuntai pada konteks, ekspresi wajah, postur tubuh, serta situasi nan sedang berlangsung.

Dalam beberapa kondisi, tindakan ini dapat menandakan rasa tidak nyaman dan kecemasan. Namun, pada situasi lain, gestur nan sama justru dapat mencerminkan kepercayaan diri, ketenangan, alias dominasi. Karena itu, krusial untuk memperhatikan keseluruhan bahasa tubuh sebelum menarik konklusi mengenai emosi alias niat seseorang.

(gas/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle