CNN Indonesia
Sabtu, 06 Jun 2026 07:00 WIB
Ilustrasi. Kenali karakter orang toxic nan ada di sekitarmu. (iStockphoto/AndreyPopov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Orang nan doyan memicu konflik, suka merendahkan orang lain, alias membikin orang di sekitarnya merasa tidak nyaman sering kali mendapat label sebagai orang toxic. Namun, apa sebenarnya nan dimaksud dengan orang toxic?
Dalam pergaulan sehari-hari, istilah toxic digunakan untuk menggambarkan seseorang nan membawa pengaruh negatif terhadap orang lain. Mereka mungkin tidak selalu terlihat kasar alias agresif, tetapi perilakunya dapat menguras emosi, mengganggu ketenangan, hingga membikin hubungan menjadi tidak sehat.
Mengutip beragam sumber psikologi, perilaku toxic bisa muncul dalam corak penghinaan, kebohongan, manipulasi, gosip, hingga tindakan nan memicu kekacauan emosional. Meski perilaku ini bukan termasuk gangguan mental, dalam beberapa kasus bisa berangkaian dengan masalah psikologis tertentu nan mendasarinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda-tanda orang toxic umumnya dapat dikenali dari langkah mereka berkomunikasi, memperlakukan orang lain, dan menjalani hubungan sosial.
Berikut beberapa karakter orang toxic nan perlu diwaspadai:
1. Tidak konsisten
Setiap orang tentu mengalami naik turun emosi dan perubahan suasana hati. Namun, orang toxic condong menunjukkan perilaku nan sangat tidak konsisten.
Mereka sering mengingkari janji, tidak menepati komitmen, alias bersikap berbeda dari nan pernah mereka katakan sebelumnya. Akibatnya, orang di sekitarnya susah mempercayai mereka dan hubungan pun terasa tidak stabil.
Ketidakpastian ini sering membikin orang lain merasa bingung dan capek secara emosional.
2. Selalu memerlukan perhatian
Salah satu karakter orang toxic adalah selalu menuntut perhatian dan support dari orang lain, tetapi jarang memberikan perihal nan sama sebagai timbal balik.
Mereka bisa terus-menerus menghubungi seseorang saat memerlukan support emosional, meminta didengarkan, alias mencari simpati. Namun ketika orang lain memerlukan dukungan, mereka justru menghilang alias tidak peduli.
Hubungan seperti ini biasanya melangkah satu arah dan membikin pihak lain merasa dimanfaatkan.
3. Tidak suka memandang orang lain bahagia
Rasa iri sesekali adalah perihal nan manusiawi. Namun, orang toxic sering kali susah menerima keberhasilan orang lain.
Alih-alih ikut berbahagia saat memandang teman, pasangan, alias rekan kerja meraih pencapaian, mereka justru meremehkan, mengkritik, alias mencari-cari kekurangan. Bahkan, tak jarang mereka berupaya membikin pencapaian tersebut terlihat tidak berarti.
Sikap ini biasanya berakar pada rasa rendah diri dan kebutuhan untuk merasa lebih unggul dibanding orang lain.
4. Gemar menciptakan drama
Orang toxic sering hidup di tengah bentrok dan drama. Mereka condong mengobarkan emosi, memperbesar masalah kecil, alias memancing pertengkaran nan sebenarnya tidak perlu terjadi.
Dalam beberapa situasi, mereka apalagi sengaja mengadu domba alias menyebarkan info nan dapat memicu perselisihan.
Akibatnya, lingkungan pertemanan, keluarga, maupun tempat kerja menjadi tidak nyaman dan penuh ketegangan.
5. Tidak menghormati batasan
Hubungan nan sehat memerlukan batas (boundaries) nan jelas. Batasan ini bisa berupa waktu pribadi, kebutuhan emosional, hingga kewenangan untuk mengatakan tidak.
Sayangnya, orang toxic sering kali mengabaikan batas tersebut. Mereka tetap memaksa meski sudah diberi penjelasan, terus mengintervensi urusan pribadi, alias membikin orang lain merasa bersalah saat mencoba menjaga jarak.
Perilaku ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kebutuhan dan kenyamanan orang lain.
6. Manipulatif
Manipulasi menjadi salah satu tanda paling umum dari perilaku toxic. Orang nan manipulatif berupaya memengaruhi orang lain demi mendapatkan apa nan mereka inginkan.
Cara nan digunakan bisa beragam, mulai dari berbohong, memutarbalikkan fakta, menyembunyikan info penting, hingga membikin orang lain merasa bersalah.
Dalam banyak kasus, mereka bakal mengutamakan kepentingan pribadi meski kudu merugikan alias menyakiti orang lain.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·