6 Ciri Kepribadian Orang Yang Lebih Suka Telepon Dibanding Chat

Sedang Trending 1 hari yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 04 Jun 2026 12:15 WIB

Ilustrasi menelepon Ilustrasi. Kepribadian orang nan lebih suka telepon dibandingkan chat. (iStock/dramalens)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tak semua orang nyaman berbincang lewat teks. Alih-alih berbagi pesan, beberapa orang lebih senang berbincang lewat telepon.

Pertanyaannya, gimana kepribadian orang nan lebih suka telepon dibandingkan chat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehidupan di era kiwari memang serba praktis. Semua serba mudah, termasuk dalam perihal komunikasi.

Berbagai jasa berbagi pesan menemani kehidupan nyaris seluruh umat manusia saat ini. Tapi, tak semua orang memilih kepraktisan ini.

Chat alias pesan teks, misalnya, nan dianggap lebih praktis sering kali dianggap rentan miskomunikasi. Akibatnya, orang-orang tetap mengandalkan jalur sambungan telepon untuk berkomunikasi.

Kepribadian orang nan lebih suka telepon dibandingkan chat

Sebuah studi nan dipublikasikan di jurnal JAMA Psychiatry menemukan, komunikasi via telepon dapat membantu mengurangi kesepian. Telepon bukan hanya untuk melatih ekstroversi, melainkan betul-betul terhubung dengan orang lain.

Berikut beberapa kepribadian orang nan lebih suka telepon dibandingkan chat, mengutip Your Tango.

1. Merasa nyaman dengan keheningan

Percakapan di telepon acapkali menimbulkan momen canggung saat kedua pihak saling tak bersuara lantaran kehilangan topik obrolan. Beberapa orang membencinya, tapi beberapa orang bisa menerimanya dengan baik, apalagi menganggapnya sebagai keheningan nan nyaman.

Sebuah studi nan dipublikasikan dalam jurnal Progress in Brain Research menyebut, keheningan dapat mengaktifkan bagian otak dan sistem saraf nan memudahkan seseorang untuk merenung.

2. Menerima ketidakpastian

Menerima ketidakpastian merupakan salah satu tanda kepintaran emosional. Mereka bisa menerima sesuatu nan tidak pasti alias hal-hal tak terduga sekalipun.

Ketidakpastian inilah nan terjadi dalam percakapan di telepon. Saat berbincang di telepon, orang tak punya waktu untuk menyusun kalimat. Hal ini membikin segala sesuatunya menjadi lebih spontan.

3. Komunikator nan lugas

Orang nan lebih suka telepon dibandingkan chat umumnya lebih lugas. Mereka tak hanya mengatakan apa nan dirasakan, tapi juga melakukan percakapan terbuka dengan orang lain tanpa menghindari kerentanan.

Psikiater Grant Hilary Brenner mengatakan, style komunikasi seperti itulah nan bisa meningkatkan kepuasan hidup. Saat seseorang bersikap terbuka dan memilih style komunikasi nan sehat, semua orang di sekitarnya bakal mendapatkan manfaatnya.

4. Autentik

Alih-alih membangun gambaran tertentu lewat kalimat-kalimat nan disusun dalam pesan teks, orang nan lebih senang mengobrol di telepon sering kali lebih autentik.

Mereka tak merasa perlu membangun gambaran diri. Mereka tidak keberatan membiarkan orang lain betul-betul memandang mereka.

Alih-alih menyembunyikan, mereka membiarkan diri mereka nan original terlihat untuk memperkaya hubungan sosial, percakapan, dan hubungan dengan langkah nan lebih unik.

5. Tidak mengejar kendali

Orang-orang nan tetap sering berbincang di telepon mau meluangkan waktu untuk hubungan sosial nan tulus. Mereka biasanya tak peduli bakal kendali.

Mereka menjalin hubungan dan terlibat dalam percakapan lantaran perihal tersebut menawarkan kegembiraan, bukan paksaan alias kekuasaan.

6. Mindful

Banyak studi menemukan, datang sepenuhnya secara sadar alias mindful saat menjalani kehidupan sehari-hati tak hanya mengurangi kekhawatiran dan kekhawatiran, tapi juga membikin hidup jadi lebih menyenangkan.

Salah satunya bisa dilakukan dengan berbincang di telepon dan membikin rencana-rencana spontan. Orang seperti mereka biasanya bisa menikmati hal-hal mini sekalipun.

Demikian beberapa karakter ciri kepribadian orang nan lebih suka telepon dibandingkan chat. Kamu termasuk?

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-lifestyle