Windows K2, Proyek Rahasia Microsoft Untuk Lawan Apple

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Jakarta -

Microsoft memberikan sinyal kuat bahwa sepanjang tahun 2026 ini mereka bakal berfokus penuh untuk memperbaiki performa dan keandalan sistem operasi Windows 11. Upaya ini rupanya jauh lebih masif dari sekadar pembaruan rutin belakangan ini.

Berdasarkan bocoran info dari orang dalam kepada Windows Central, beragam pembaruan mini nan dirilis baru-baru ini nyatanya hanya sebagian dari inisiatif internal raksasa perangkat lunak tersebut nan diberi nama sandi "Windows K2".

Proyek besar ini lahir sebagai respons atas rasa frustrasi pengguna terhadap rentetan pembaruan (pembaruan) nan kerap bermasalah dan paksaan fitur kepintaran buatan (AI) nan dinilai terlalu agresif. Kekecewaan pengguna Windows ini perlahan mulai dimanfaatkan oleh para pesaingnya, ialah macOS dan Linux, untuk merebut pangsa pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mundur dari Ambisi AI, Fokus ke Stabilitas

Demi merebut kembali hati pengguna, Microsoft dilaporkan mulai mengerem rencana awal mereka untuk menyulap Windows menjadi agentic OS. Perusahaan buatan Bill Gates ini sekarang lebih memilih mendengarkan keluhan pengguna.

Beberapa langkah nyata nan telah diambil antara lain adalah mengembalikan kebebasan untuk memindahkan posisi taskbar, menghadirkan fitur uji coba Xbox Mode, dan mengizinkan pengguna untuk menunda pembaruan tanpa pemisah waktu.

Melalui strategi Windows K2, Microsoft juga bakal menerapkan standar kualitas nan jauh lebih ketat untuk setiap pembaruan sebelum didistribusikan secara publik. Mereka apalagi berencana menghidupkan kembali pertemuan tatap muka dengan organisasi pengetes coba (Windows Insiders) dan mendorong para developer Windows untuk lebih aktif berinteraksi di media sosial.

Rombak File Explorer dan Start Menu

Fokus performa ini juga bakal menyentuh area antarmuka paling vital. Microsoft menargetkan pencarian nama file nan instan di dalam File Explorer. Mereka kabarnya menjadikan aplikasi pengganti pihak ketiga, File Pilot, sebagai tolok ukur namalain benchmark performa.

Sementara itu, Start Menu bakal dirombak secara besar-besaran melalui inisiatif berjulukan WinUI 3. Peningkatan ini diklaim sanggup mendongkrak performa Start Menu hingga 60 persen. Selain itu, untuk meminimalisir gangguan saat pengguna sedang bekerja, pembaruan driver layar nantinya hanya bakal diinstal ketika komputer di-restart.

Ancaman Nyata SteamOS dan MacBook Murah

Sektor gaming PC tidak luput dari perhatian. Microsoft sedang berupaya keras memangkas beban kerja sistem di latar belakang (background-task) dan merancang antarmuka nan lebih ramah layaknya konsol. Ambisi internal mereka menetapkan sasaran tinggi: performa gaming Windows kudu bisa menyamai SteamOS dalam dua tahun ke depan.

Tekanan dari ekosistem Linux saat ini memang makin nyata. Sejak Valve gencar mendukung compatibility layer, banyak game Windows sekarang justru bisa melangkah lebih mulus di pengedaran Linux nan berfokus pada gaming seperti SteamOS, CachyOS, dan Bazzite.

Selain gaming, misi utama Windows K2 adalah membikin OS ini melangkah lebih mulus dan ringan di perangkat keras kelas bawah, terutama pada laptop nan hanya dibekali RAM 8GB.

Langkah ini diduga kuat sebagai strategi pertahanan untuk menjegal laju MacBook Neo, laptop murah Apple seharga USD 600 alias sekitar Rp 10,3 juta nan diprediksi bakal menjadi ancaman terburuk bagi kekuasaan ekosistem Windows dalam waktu dekat, demikian dikutip detikINET dari TechSpot, Jumat (1/5/2026).


(asj/hps)


Sumber detik-inet