Jakarta -
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Eko Wahyudi meminta pemerintah untuk terus menjaga stok dan eskalasi nilai pangan nasional. Hal ini mengingat dinamika dunia dan perubahan suasana berpotensi mengganggu rantai pasok dan biaya produksi dalam negeri.
Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) melaporkan nilai pangan dunia naik 2,4% pada Maret tahun ini dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan dunia didorong oleh melonjaknya biaya daya akibat bentrok di timur tengah.
"Kondisi ini dapat berakibat langsung pada biaya produksi peralatan tertentu jika pemerintah lambat mengantisipasi eskalasi harga," ujar Eko, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko mengapresiasi pemerintah nan telah sukses menjaga stok pangan nasional khususnya beras, Seperti diketahui, stok beras dalam negeri mencapai 4,6 juta ton. Stok beras dinilai dapat memenuhi kebutuhan selama 11 bulan ke depan.
"Ini merupakan capaian nan sangat luar biasa dan bersejarah. Padahal kita tahu bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja, di tengah bentrok Timur Tengah nan apalagi semakin tak terarah, nilai pangan bumi naik 2,4% dan eskalasi nilai bisa sangat sigap berubah," tambah Eko.
Kendati begitu, Eko meminta pemerintah mengantisipasi musim tandus nan diprediksi bakal lebih panjang dari tahun sebelumnya. Ia mendorong agar pemerintah memetakan dan memitigasi lintas sektor pada wilayah dan wilayah terdampak kekeringan dengan support perangkat dan prasarana mulai dari program optimasi pengairan irigasi, rehabilitasi irigasi, embung, pemanfaatan air dangkal, air sumur dalam, air sumur dangkal, pompanisasi perpipaan dan irigasi perpipaan serta mengatur pola tanam dengan varietas tahan kekeringan.
Ia berharap, agar pemerintah intens memantau nilai pangan, sehingga lonjakan nilai bisa diintervensi melalui kebijakan dan program pemerintah. Salah satu komoditas pangan nan disoroti telur. Menurutnya, nilai telur sempat mengalami penurunan nilai sementara nilai pakan terus naik. Hal tersebut tentu dapat merugikan peternak.
"Untuk menyiasati kerugian peternak ayam petelur akibat nilai pakan nan tinggi dan nilai jual rendah, maka BGN dapat memerintah SPPG sebagai unit pelaksana program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap produksi telur guna menstabilkan nilai dan menguntungkan peternak setempat," jelasnya.
(rea/ara)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·