Jakarta -
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan memastikan kesiapan lahan hingga tata ruang untuk pembangunan proyek prasarana Perlindungan Pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Terpadu alias Giant Sea Wall tidak menjadi kendala.
Ossy mengatakan ada tiga poin nan menjadi perhatian pihaknya agar proyek ini mempunyai landasan norma dan spasial nan kuat. Kementerian ATR/BPN bakal mengawal dari segi tata ruang, publikasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), serta pengadaan tanah.
"Ada tiga perihal support kami dari Kementerian ATR/BPN, nan pertama adalah sinkronisasi Rencana Tata Ruang (RTR) dengan rencana induk, agar proyek ini tidak hanya visible secara teknisnya, tetapi juga sesuai secara spasial dan legalnya," ujarnya dalam keterangan, dikutip Selasa (05/05/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ossy menjelaskan, saat ini Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) tengah dalam proses revisi dan telah mengakomodasi program perlindungan pesisir, termasuk rencana pembangunan Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall). Penyesuaian juga bakal dilakukan pada tingkat wilayah agar selaras dengan rencana induk nan telah disusun.
Pihaknya juga siap mempercepat proses perizinan KKPR, sesuai kewenangan nan berlaku.
"Kami siap membantu percepatan publikasi KKPR, khususnya andaikan proyek ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Tentunya perihal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan pembagian kewenangan antar kementerian, baik di wilayah laut, area hutan, maupun di luar kedua area tersebut," terang Ossy.
Dalam perihal pengadaan tanah, dia juga menyatakan kesiapan untuk memberikan support penuh guna mendukung pembangunan prasarana tersebut. Ossy menyebut, support dari Kementerian ATR/BPN tetap memerlukan penguatan dari lintas sektor.
"Kami mendorong agar working group lintas kementerian dan lembaga semakin diperkuat, sehingga integrasi dan overlay peta dapat dilakukan secara optimal," terang Ossy.
Sebelumnya, pemerintah mulai tancap gas merealisasikan proyek Giant Sea Wall (GSW) alias tanggul laut raksasa di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek nan digadang-gadang jadi tembok menghadapi banjir rob hingga penurunan muka tanah ini bakal membentang 575 kilometer (km), melintasi lima provinsi dari Banten hingga Jawa Timur.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, mengatakan proyek raksasa ini tidak bakal dibangun sekaligus, melainkan dibagi ke dalam 15 segmen agar pengerjaannya bisa dikebut secara paralel.
"Pembangunannya sendiri lebih kurang sekitar 575 km di Pantura Jawa. Tidak mini alias tidak pendek panjang ini. Kita bagi ke dalam 15 segmen di mana bisa menggunakan aktivitas pembangunan secara paralel," kata Didit usai Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura di Kantor Kementerian Perikanan dan Kelautan, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
(acd/acd)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·