Jakarta, CNN Indonesia --
Iran membantah meluncurkan serangan ke akomodasi daya maupun akomodasi lain milik Uni Emirat Arab (UEA) usai negara Teluk tersebut mengaku diserang pesawat tak berawak Iran di instalasi daya Fujairah.
Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah bahwa Teheran tak pernah meluncurkan apalagi beriktikad untuk menyerang negara tetangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Republik Islam Iran tidak mempunyai program terencana untuk menyerang akomodasi minyak dimaksud. Apa nan terjadi adalah akibat dari tindakan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal agar bisa melewati jalur terlarang di Selat Hormuz secara ilegal. Militer AS kudu dimintai pertanggungjawaban atas itu," kata pejabat tersebut, seperti dikutip AFP, Senin (4/5).
Pejabat Iran itu juga menambahkan bahwa AS mesti mengakhiri segala perilaku jelek dalam proses diplomatik dan menghentikan aksi-aksi militer di area minyak sensitif ini.
UEA sebelumnya melaporkan bahwa akomodasi daya di Fujairah menjadi sasaran serangan drone hingga melukai tiga penduduk India. Abu Dhabi mengecam serangan tersebut lantaran dianggap sebagai "eskalasi berbahaya" di tengah gencatan senjata nan sedang berlaku.
Hingga Senin malam, Kementerian Pertahanan UEA mencatat ada 15 serangan udara nan diluncurkan dari Iran. Setidaknya 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone diklaim sukses dicegat.
Presiden AS Donald Trump pekan lampau mengumumkan bahwa dia berencana memandu kapal-kapal tanker keluar dari Selat Hormuz. Sejak perang, beragam kapal tetap banyak terjebak di jalur perdagangan vital tersebut.
Parlemen Iran mengatakan pengawalan kapal-kapal oleh AS sama saja dengan pelanggaran gencatan senjata. Media pemerintah Iran tak lama kemudian melaporkan angkatan laut Teheran melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal perang AS di Selat Hormuz.
Menurut keterangan Trump, pasukan AS sukses menembak tujuh kapal mini militer Iran, di mana enam di antaranya hancur. Iran membantah klaim tersebut.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·