Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump menuntut Korea Selatan agar melakukan lebih banyak membantu menangani situasi di Selat Hormuz yang tetap diblokade Iran sejak perang dengan Amerika Serikat pecah pada 28 Februari.
Trump menuturkan Iran telah "melakukan beberapa serangan" terhadap beberapa kapal di Selat Hormuz nan menimbulkan kerusakan terbatas, termasuk kapal Korsel nan baru-baru ini kena serang di perairan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Trump mendesak Seoul perlu berasosiasi dengan kubu AS dalam bentrok ini.
"Iran telah melakukan beberapa serangan terhadap negara-negara nan tidak mengenai sehubungan dengan pergerakan kapal, PROJECT FREEDOM, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan. Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut berasosiasi dalam misi ini!" tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Senin (4/5).
"Selain kapal Korea Selatan tersebut, hingga saat ini tidak ada kerusakan nan terjadi di Selat itu," lanjutnya seperti dikutip AFP.
Trump juga menyatakan bahwa pasukan AS telah "menembak jatuh" tujuh kapal militer mini milik Iran.
Seorang laksamana AS sebelumnya mengatakan enam kapal semacam itu dihancurkan, namun Teheran membantah adanya kapal nan ditenggelamkan.
Eskalasi terbaru di Selat Hormuz antara Iran dan AS ini semakin menempatkan gencatan senjata antara kedua negara sejak 8 April lampau di ujung tanduk.
Trump apalagi menolak menjawab apakah gencatan senjata antara AS-Iran tetap bertindak setelah ketegangan terbaru di Selat Hormuz ini.
Ditekan host radio Hugh Hewitt soal apakah gencatan senjata dengan Iran sudah berakhir, Trump tak menjawab secara gamblang.
"Saya tidak bisa memberi tahu Anda soal itu," kata Trump seperti dikutip CNN.
"Anda akan, jika saya menjawab pertanyaan itu, Anda bakal laki-laki ini tidak cukup pandai untuk menjadi seorang presiden," ujar Trump.
(rds)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·