Trump Ultimatum Iran Manut Negosiasi: Tidak Ada Lagi Tuan Baik Hati!

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengutarakan keluhannya terhadap Iran nan tetap juga enggan melanjutkan perundingan di saat masa gencatan senjata dua pekan sejak 8 April bakal segera berakhir.

Dalam keluhan terbarunya nan diunggah di Truth Social pada Minggu (19/4), Trump menyinggung langkah Iran nan sempat melepaskan tembakan di Selat Hormuz kala AS juga sedang memblokade kapal-kapal Teheran di perairan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran memutuskan melepaskan tembakan kemarin di Selat Hormuz, sebuah pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita! Banyak tembakan diarahkan ke kapal Prancis dan kapal kargo dari Britania Raya. Itu bukan tindakan nan baik, bukan?" ucap Trump.

"Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menutup selat itu, nan aneh, lantaran BLOKADE kami sebenarnya sudah lebih dulu menutupnya. Mereka membantu kami tanpa menyadarinya, dan justru merekalah nan rugi akibat jalur itu tertutup, sebesar 500 juta dolar AS per hari!" paparnya menambahkan.

Trump juga mengatakan telah mengirim perwakilan ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan perundingan dengan Iran, kala Teheran mengutarakan tak berencana menghadiri negosiasi lanjutan tersebut.

"Perwakilan saya sedang menuju Islamabad, Pakistan, mereka bakal tiba besok malam untuk melakukan negosiasi. Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun. Bahkan, banyak kapal sekarang sedang menuju AS, ke Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk mengisi muatan, berkah IRGC nan selalu mau tampil sebagai "jagoan"!" ujar Trump.

Trump apalagi mewanti-wanti Iran untuk bersikap kooperatif ke depannya terutama dalam upaya perundingan dengan AS. Ia menakut-nakuti bakal melancarkan serangan terbaru nan menargetkan prasarana krusial Iran jika Teheran tak kunjung menyepakati perundingan.

Trump apalagi merasa pede kali ini Iran bakal menyerah dengan sigap dan maumenyepakati perundingan tenteram dengan AS.

"Kami menawarkan KESEPAKATAN nan sangat setara dan masuk akal, dan saya minta mereka menerimanya. Karena jika tidak, Amerika Serikat bakal menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. TIDAK ADA LAGI TUAN BAIK HATI!" kata Trump.

"Mereka (Iran) bakal menyerah dengan cepat, mereka bakal tunduk dengan mudah. Jika mereka tidak menerima KESEPAKATAN itu, maka bakal menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa nan kudu dilakukan, sesuatu nan semestinya sudah dilakukan para presiden sebelumnya terhadap Iran selama 47 tahun terakhir. SUDAH SAATNYA MESIN PEMBUNUH IRAN DIHENTIKAN!" ujarnya.

Sementara itu, Iran berencana tak menghadiri perundingan lanjutan dengan AS pada Senin (20/4), dua hari sebelum masa gencatan senjata dua pekan sejak 8 April berakhir, Rabu (22/4).

Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap menjadi halangan utama, dan rumor tersebut diperkirakan semakin rumit setelah Presiden Trump pada Minggu (19/4) mengumumkan kapal perusak AS menembaki serta mengenai sebuah kapal Iran nan mencoba keluar masuk Selat Hormuz.

Dilansir AFP, lembaga penyiar pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber Teheran mengatakan "saat ini belum ada rencana untuk berperan-serta dalam putaran berikutnya perundingan Iran-AS".

Kantor buletin Fars News Agency dan Tasnim News Agency sebelumnya juga mengutip sumber anonim nan menyebut "suasana keseluruhan belum bisa dinilai sangat positif" mengenai kelanjutan negosiasi. Sumber itu juga menambahkan pencabutan blokade AS merupakan prasyarat untuk negosiasi.

Sementara itu, instansi buletin pemerintah IRNA juga menyoroti "tuntutan Washington nan tidak masuk logika dan tidak realistis" dengan menyatakan "dalam kondisi seperti ini, belum ada prospek jelas bagi negosiasi nan membuahkan hasil".

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional