Trump Tambah Metode Hukuman Mati As: Tembak Mati Dan Sengatan Listrik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal menambahkan metode baru ke dalam prosedur hukuman mati di negaranya.

Selain suntik mati, nantinya balasan meninggal di AS juga bisa dilakukan dengan menggunakan pasukan tembak, sengatan listrik, dan paparan gas mematikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Reuters, rekomendasi itu muncul dalam laporan Departemen Kehakiman AS (DoJ) nan memenuhi janji Trump untuk melanjutkan balasan meninggal di tingkat federal pada masa kedudukan keduanya.

Dalam laporan tersebut, Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche menulis bahwa moratorium nan diberlakukan pemerintahan sebelumnya, Joe Biden, telah melemahkan balasan meninggal federal dan membiarkan para korban, keluarga, dan organisasi mereka menanggung konsekuensinya.

Pada pemerintahan sebelumnya, Biden memang melakukan moratorium terhadap balasan meninggal di tingkat federal AS.

Blanche menginstruksikan Biro Penjara DoJ untuk memodifikasi protokol eksekusinya.

"Untuk memasukkan cara-cara eksekusi tambahan nan sesuai dengan konstitusi nan saat ini diatur oleh norma negara bagian tertentu," tulisnya.

Beberapa metode nan ditambahkan di antaranya penggunaan regu tembak, sengatan listrik, dan paparan gas mematikan.

"Metode pengganti itu bakal memungkinkan eksekusi dilakukan jika obat suntik tidak tersedia," tambahnya.

Sebelum masa kedudukan pertamanya berhujung pada 2021 lalu, Trump melanjutkan eksekusi balasan meninggal di tingkat federal setelah jarak 20 tahun. Selama masa pemerintahannya, total 13 tahanan dieksekusi dengan suntik mati. Sementara sebelumnya, hanya ada 3 eksekusi meninggal dalam 50 tahun terakhir.

Setelah kembali menjabat mulai tahun lalu, Trump mencabut moratorium eksekusi federal nan diberlakukan Biden.

Departemen Kehakiman AS sekarang berupaya menjatuhkan balasan meninggal terhadap lebih dari 40 terdakwa di seluruh negeri. Namun, belum ada satu pun nan diadili, di mana masing-masing dapat menyantap waktu bertahun-tahun.

AS sendiri menjadi salah satu dari sedikit negara Barat nan tetap menggunakan balasan mati. Namun, banyak penduduk AS menentang balasan mati.

Selama ini, AS tetap menggunakan metode suntik untuk balasan mati. Namun, metode ini disebut mempunyai akibat kegagalan nan tinggi.

Salah satu pasalnya adalah obat nan susah didapatkan. Perusahaan farmasi menolak menjual obat-obatan nan dapat digunakan untuk eksekusi meninggal dalam mematuhi larangan Uni Eropa.

Akibatnya, penjara-penjara AS terpaksa mencari toko obat unik nan bisa meracik obat untuk digunakan sebagai metode balasan mati.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional