Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan perang dengan Iran bisa berhujung dalam waktu dekat.
Hal itu diutarakan Trump kepada Fox News pada Rabu (14/4), ketika negosiasi AS-Iran putaran pertama di Islamabad, Pakistan, kandas mencapai mufakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir ini (perang dengan Iran) sejenak lagi bakal berakhir, ya. Maksud saya, saya memandang ini sudah sangat dekat akhir (perang)," paparnya dalam sebuah klip nan diunggah media AS tersebut seperti dikutip Al Jazeera.
Trump mengeklaim perang nan diluncurkan AS sukses menghancurkan Iran. Ia apalagi menilai butuh waktu 20 tahun bagi Iran untuk membangun kembali akibat kerusakan nan disebabkan serangan-serangan AS-Israel sejak 28 Februari lalu.
"Dan kami belum selesai. Kita lihat apa nan bakal terjadi. Saya pikir mereka sangat menginginkan sebuah kesepakatan," kata Trump.
Di tengah banyak pihak nan menganggap AS salah strategi hingga menilai kalah dalam peperangan ini, Trump memihak keputusannya itu.
Trump berkilah jika dia tidak membikin AS bertempur dengan Iran, negara Timur Tengah itu saat ini sudah mempunyai senjata nuklir.
"Dan jika dia punya sebuah senjata nuklir, Anda bakal memanggil semua orang di sana (Iran), 'pak'. Dan Anda tidak mau itu sampai terjadi kan," ucap Trump.
Sementara itu, Iran menuntut tukar rugi sebanyak US$270 miliar (sekitar Rp4.682,2 kuadriliun) sebagai bagian dari syarat menuju perdamaian dengan AS. Tuntutan tukar rugi ini muncul kala AS-Iran tengah berupaya menggelar perundingan damai putaran kedua nan rencananya digelar akhir pekan ini.
Tuntutan itu diminta Iran menyusul kerugian besar akibat perang nan terjadi selama lebih dari satu bulan.
Menurut instansi buletin resmi Iran, IRNA, perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir-Saeid Iravani meminta lima negara Arab memberikan kompensasi atas dugaan keterlibatan mereka dalam bentrok itu.
Lima negara nan dimaksud adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, dan Yordania.
Irvani mengeklaim sejumlah negara itu telah melanggar norma internasional sehingga wajib memberikan kompensasi penuh atas kerugian Iran.
Bentuk kompensasi itu mencakup kerusakan material serta non material seperti moral, sebagaimana dilaporkan Associated Press.
Perang antara AS-Israel dan Iran nan melibatkan Israel pecah pada 28 Februari dan berjalan selama sekitar 40 hari.
Setelah itu, kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada 8 April dan melanjutkan ke tahap negosiasi damai.
Namun, perundingan putaran pertama pada Minggu (12/4) belum menghasilkan kesepakatan, dan belum ada kepastian agenda lanjutan.
Selama perang, Iran juga meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah serta menembakkan rudal dan drone ke sejumlah wilayah, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Irak, Oman, dan Qatar.
Sejumlah negara itu mengecam serangan Iran dan menegaskan tidak terlibat dalam bentrok maupun melakukan serangan langsung ke Iran.
(rnp/rds)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·