Trump Pecat Menteri Angkatan Laut As Gegara Lamban Saat Perang Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Menteri Angkatan Laut John Phelan pekan ini, gara-gara dinilai lamban selama perang AS-Israel dengan Iran. 

Pemecatan Phelan terjadi dalam perombakan besar-besaran di Pentagon, nan terjadi hanya beberapa minggu setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat jenderal tertinggi Angkatan Darat. Pemecatan Phelan pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada Rabu (22/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pentagon mengumumkan pemecatan Phelan dalam sebuah pernyataan singkat, mengatakan bahwa dia meninggalkan pemerintahan "berlaku segera". Namun Pentagon tak memberi argumen soal pemecatan Phelan.

Menurut beberapa sumber nan mengetahui perihal ini mengatakan Phelan dipecat gara-gara dianggap terlalu lambat dalam menerapkan reformasi untuk mempercepat pembangunan kapal. Selain itu dia juga diduga berbeda dengan ketua utama Pentagon.

Seorang sumber menyebut Phelan punya hubungan jelek dengan Hegseth, wakil Hegseth ialah Steve Feinberg, dan pejabat sipil nomor dua di Angkatan Laut AS Hung Cao.

Phelan adalah seorang miliarder nan dianggap mempunyai hubungan dekat dengan Trump.

Pemecatan Phelan juga seiring dengan pergolakan di semua tingkatan kepemimpinan di Pentagon di bawah pengawasan Hegseth, termasuk pemecatan terhadap Kepal Staf Gabungan C. Q. Brown tahun lalu, serta kepala operasi angkatan laut dan wakil kepala staf Angkatan Udara.

Pada 2 April, Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Randy George tanpa menyebut alasan. Dua pejabat AS mengatakan keputusan itu mengenai dengan ketegangan antara Hegseth dengan Sekretaris Angkatan Darat Daniel Driscoll.

Ketegangan di Pentagon terjadi di tengah gencatan senjata dengan Iran nan sekarang telah diperpanjang tanpa pemisah waktu.

Militer AS sendiri mengandalkan aset angkatan laut untuk melakukan blokade terhadap Iran, nan diharapkan Trump bakal menekan Teheran untuk menegosiasikan pengakhiran bentrok dengan syarat nan dia tetapkan.

Angkatan Laut AS juga berada di bawah tekanan besar untuk memperluas armadanya. Industri pembuatan kapal China pun sekarang jauh lebih besar daripada AS, nan dulunya merupakan kekuatan global.

(dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional