Trump Pakai Perpanjang Gencatan Buat Tutupi Rasa Malu Ditolak Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar kebijakan luar negeri Amerika Serikat Barbara Slavin mengomentari pernyataan Presiden Donald Trump terkait perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Barbara menilai keputusan Trump mengumumkan gencatan senjata mendadak dengan Iran demi menutupi kegagalan Negeri Paman Sam memastikan Iran mau datang dalam perundingan putaran kedua di Pakistan nan semestinya berjalan sebelum gencatan senjata dua pekan berhujung hari ini, Rabu (22/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Pernyataan itu adalah] langkah untuk menutupi rasa malu lantaran AS siap mengirim wakil presiden ke Pakistan sementara Iran tidak siap melakukan perihal nan sama," kata Slavin, dikutip Al Jazeera.

AS dan Iran dijadwalkan menggelar perundingan kedua pada awal pekan ini setelah gencatan dua pekan nan bertindak 8 April habis.

Iran dengan tegas menolak berperan-serta lantaran ancaman Trump.

AS, sementara itu, sudah siap terbang ke Islamabad, tetapi mereka dilaporkan membatalkan lawatan ini.

Lebih lanjut, Slavon mengatakan Trump mendapati dirinya dalam posisi nan sangat dilema. Terlebih, perang tak sesuai tujuan sejak awal.

"Perang ini tidak melangkah sesuai harapannya sejak awal, dan Iran telah menemukan pengaruh baru dalam kendalinya atas Selat Hormuz," kata Slavin.

AS, kata dia, kudu "melepaskan tuntutan maksimalnya" dan menawarkan Iran semacam isyarat bahwa mereka serius mencari solusi."

Trump mengumumkan perpanjangan gencatan melalui media sosial buatannya Truth Social pada Rabu.

"Kami diminta menunda serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka bisa mengusulkan proposal nan terpadu," tulis Trump.

Dia kemudian melanjutkan, "Oleh lantaran itu, saya sudah menginstruksikan Militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala perihal lainnya, tetap siap dan mampu."

Menanggapi pengumuman Trump, Iran menyebut perpanjangan gencatan tak berfaedah apa-apa buat mereka selagi pasukan AS tetap di perairan Timur Tengah dan memblokade kapal berbendera Iran.

Sementara itu, penasihat senior ketua parlemen Iran Mahdi Mohammadi mengatakan pihak nan kalah tak bisa mendikte persyaratan dalam gencatan.

Mohammadi juga menuduh Trump memperpanjang gencatan senjata sebagai "taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak."

Lebih lanjut, Mohammadi menyebut blokade AS ke kapal berbendera Iran nan menuju alias dari pelabuhan negara itu sama saja dengan "pemboman."

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional