Trump Nyinyir Lagi: Tolong Beritahu Paus Leo, Iran Bunuh 42.000 Orang

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump kembali melontarkan nyinyiran kepada Paus Leo XIV melalui unggahannya di Truth Social mengenai perang Amerika Serikat ke Iran.

Dalam pernyataannya, Trump mengeklaim Iran telah membunuh sedikitnya 42.000 penduduk sipil dalam dua bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klaim ini juga dia gunakan untuk menegaskan Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir.

"Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersalah dan tidak bersenjata dalam dua bulan terakhir, dan bahwa Iran mempunyai peledak nuklir adalah sesuatu nan sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump.

"Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. AMERIKA TELAH KEMBALI!!! President DONALD J TRUMP," tambahnya.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Vatikan ataupun Iran mengenai klaim nan disampaikan Trump.

Pernyataan itu disampaikan setelah Paus Leo sebelumnya mengkritik kebijakan AS dalam bentrok dengan Iran.

Paus menyerukan penghentian kekerasan serta menekankan pentingnya perdamaian di tengah eskalasi serangan.

Pada Sabtu (11/4), Paus Leo XIV mendesak para pemimpin bumi untuk mengakhiri perang dan kekerasan sejak serangan udara AS-Israel ke Iran pada 28 Februari.

Ia juga menegaskan bahwa aliran kepercayaan tidak dapat digunakan untuk membenarkan bentrok bersenjata.

"Inilah tuhan kita, Yesus Raja Damai, nan menolak perang, nan tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang," kata Paus Leo dalam homilinya di St. Peter's Square, Vatikan, Minggu (29/3) dikutip Reuters.

Menanggapi kritikan itu, Trump kembali menyerang dengan menyatakan dia tidak menginginkan seorang Paus nan menilai kebijakan AS sebagai sesuatu nan buruk, termasuk menyerang Venezuela dan Iran.

"Saya tidak menginginkan seorang Paus nan berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk mempunyai Senjata Nuklir. Saya (juga) tidak menginginkan seorang Paus nan berpikir bahwa sangat jelek bahwa Amerika menyerang Venezuela, sebuah negara nan mengirimkan sejumlah besar Narkoba ke Amerika Serikat dan, nan lebih jelek lagi, mengosongkan penjara mereka, termasuk para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara kami," tulis Trump di Truth Social, Minggu (12/4) malam.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional