Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata Dengan Iran

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut belum menandatangani proposal 45 hari gencatan senjata dengan Iran, sehingga perang tetap terus berlanjut.

Media AS melaporkan bahwa proposal dari para mediator untuk gencatan senjata 45 hari mengenai perang Timur Tengah, telah diterima oleh Washington.

"Ini adalah salah satu dari banyak ide, dan POTUS (Trump) belum menyetujuinya. Operasi Epic Fury terus berlanjut," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal pekan ini AS dan Iran dikabarkan sedang membahas syarat-syarat gencatan senjata selama 45 hari jika memungkinkan.

Pada Minggu (5/4), Axios melaporkan perundingan ini turut melibatkan sejumlah negara Timur Tengah nan menjadi mediator terlepas dari sanggahan dan penolakan Teheran soal negosiasi damai.

Mengutip empat sumber dari AS, Israel, dan negara mengenai nan mengetahui pembicaraan tersebut, Axios melaporkan upaya ini diharapkan bisa menuju penghentian perang secara permanen nan sudah berjalan lebih dari sebulan.

Para mediator disebut sedang merumuskan kesepakatan dua tahap. Tahap pertama berupa potensi gencatan senjata selama 45 hari, di mana selama periode tersebut bakal dinegosiasikan kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.

Laporan negosiasi ini muncul ketika Presiden Donald Trump blak-blakan terus melayangkan ultimatum dan ancaman ke Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz nan diblokade Teheran sejak perang dengan AS-Israel pecah 28 Februari lalu.

Terbaru, pada Trump apalagi menakut-nakuti bakal menggempur Iran dan menjadikannya "neraka" jika dalam 48 jam Teheran tak kunjung membuka Selat Hormuz.

Trump menakut-nakuti AS bakal menggempur akomodasi publik di Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan-jembatan jika Teheran tak kunjung mau membuka Selat Hormuz bagi kapal-kapal nan lewat.

Ingat ketika saya memberi ultimatum Iran 10 hari untuk SEPAKAT alias BUKA SELAT HORMUZ. Waktu sudah mau habis, 48 jam sebelum kita jadikan mereka neraka. Kemuliaan bagi TUHAN!" ucap Trump di Truth Social pada Sabtu (4/3).

Ia apalagi sampai mengucap 'Alhamdulillah' saat mengutuk Iran dalam unggahan nan berbeda di media sosial buatannya, Truth Social.

AS hingga saat ini telah menahan diri untuk tidak menargetkan letak daya Iran di tengah kekhawatiran bakal akibat langkah tersebut terhadap ekonomi global. Selat Hormuz adalah jalur utama untuk pasokan minyak dunia.

Penutupan Selat Hormuz itu memicu lonjakan lonjakan nilai bahan bakar minyak (BBM) di puluhan negara dalam nyaris satu bulan terakhir.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional