Peringatan Keras Iran Bakal Serang Pasukan As Jika Berani Masuk Hormuz

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran memperingatkan bakal menyerang pasukan Amerika Serikat jika mereka berani masuk ke Selat Hormuz.

Pernyataan Iran muncul usai Presiden AS Donald Trump mengatakan telah meluncurkan operasi maritim baru nan disebut "Proyek Kebebasan", untuk menyelamatkan awak kapal nan terjebak dalam blokade dan mungkin kekurangan makanan serta persediaan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan AS bakal membantu kapal-kapal dari negara-negara nan tidak terlibat dalam bentrok tersebut.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami bakal memandu kapal-kapal mereka dengan kondusif keluar dari jalur perairan terlarang ini," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip AFP.

"Setelah keluar, mereka tidak bakal kembali sampai area tersebut kondusif untuk navigasi," imbuh Trump.

Menurut media AS, Angkatan Laut tidak bakal memasuki selat tersebut, namun bakal memberikan pedoman untuk melintasi jalur laut nan sempit itu. Situs buletin Axios mengatakan kapal-kapal AS bakal berada "di sekitar" untuk mencegah serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim bakal menggunakan kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, dan 15 ribu personil dalam upaya tersebut.

Sebagai tanggapan, komando pusat militer Iran mengatakan setiap jalur kondusif di Selat Hormuz kudu dikoordinasikan dengan pasukannya "dalam semua keadaan".

"Kami memperingatkan bahwa setiap kekuatan bersenjata asing, terutama militer AS nan agresif, jika mereka bermaksud mendekati alias memasuki Selat Hormuz, bakal menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Iran, Ali Abdollahi.

Tak lama setelah peringatan nan dilontarkan Abdollahi, instansi buletin Fars melaporkan sebuah kapal fregat AS di selat tersebut menjadi sasaran serangan rudal gara-gara mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran.

Namun CENTCOM membantah dan mengatakan tidak ada kapal Angkatan Laut AS nan kena serangan.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional