Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden AS Donald Trump berencana membangun sebuah Ballroom di Gedung Putih setelah kejadian penembakan di aktivitas White House Correspondents' Dinner nan dia hadiri pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat.
Acara tersebut digelar di Hotel Hilton Washington dan dihadiri oleh para jejeran kabinet pemerintahan Trump, termasuk Wakil Presiden JD Vance, dan Ibu Negara AS Melania.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penembakan terhadap pemerintahannya tidak hanya terjadi hari ini. Oleh karena itu, demi meningkatkan keamanan, dia menilai pembangunan ballroom sendiri di Gedung Putih pilihan paling tepat.
"Ini bukan gedung nan terlalu aman, dan saya sebenarnya tidak mau mengatakan ini, tapi inilah argumen kita kudu mempunyai semua fitur nan sedang kita rencanakan di Gedung Putih," ujarnya dalam konvensi pers, Sabtu (25/4) waktu setempat.
Ia memastikan ballroom nan dibangun nantinya bakal memenuhi standar perlindungan presiden, seperti menggunakan kaca anti peluru.
"Ruangannya sebenarnya lebih besar, dan jauh lebih aman. Tahan drone, kaca antipeluru. Kita memerlukan ballroom. Itu sebabnya Secret Service dan militer menginginkannya," imbuhnya.
Ballroom seluas 90 ribu kaki persegi alias setara 8.361 meter persegi itu tengah dibangun di atas jejak East Wing dan disebut mempunyai beragam fitur keamanan canggih. Trump menilai tambahan akomodasi ini krusial untuk menyelenggarakan aktivitas kenegaraan berskala besar.
"Mereka sudah menginginkan ballroom ini selama 150 tahun lantaran beragam alasan, tapi hari ini berbeda, lantaran sekarang kita memerlukan tingkat keamanan nan mungkin belum pernah ada sebelumnya," katanya.
Sementara itu, Jaksa Agung sementara Todd Blanche menyatakan bahwa tersangka penembakan dalam aktivitas tersebut kemungkinan bakal segera didakwa.
"Dakwaannya semestinya sudah jelas, memandang tindakan nan dilakukan. Akan ada beberapa dakwaan mengenai penembakan ini, kepemilikan senjata api, dan perihal lain nan bisa kita kenakan," tegasnya dalam konvensi pers.
Presiden Donald Trump sebelumnya dievakuasi dari aktivitas White House Correspondents' Dinner setelah rentetan bunyi penembakan terjadi di aktivitas tersebut.
Dalam sejumlah video nan beredar di media sosial beberapa saat setelah insiden, terdengar bunyi tembakan dari arah luar ruangan. Seiring dengan bunyi tersebut, para pengawal langsung bergerak melindungi Trump nan ada di podium.
Setelah sempat berbincang dan bunyi letusan tetap terdengar, Trump kemudian terlihat diungsikan oleh Secret Service ke belakang panggung.
Trump kemudian mengatakan di media sosial bahwa pelaku penembakan telah ditangkap dan dirinya, Melania Trump, dan para jejeran kabinet nan menghadiri aktivitas tersebut juga dalam kondisi baik.
"Sungguh malam nan luar biasa di D.C. Secret Service and Law Enforcement melakukan pekerjaan nan fantastis. Mereka bertindak sigap dan berani," kata Trump dalam unggahannya.
"Pelaku penembakan telah ditangkap, dan saya telah merekomendasikan agar kita "MEMBIARKAN ACARA BERLANJUT", tetapi bakal sepenuhnya mengikuti pengarahan petugas. Mereka bakal segera mengambil keputusan. Terlepas dari keputusan itu, malam ini bakal jauh berbeda dari nan direncanakan, dan kita kudu mengulanginya lagi."
(lyd/end)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·