Tolak Mentah-mentah Usulan As, Iran Kembali Ajukan Syarat Setop Perang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengirim proposal gencatan senjata dengan Amerika Serikat usai menolak usulan Pemerintahan Donald Trump dan gencatan senjata sementara.

Kantor buletin media Iran, IRNA, melaporkan pemerintah nan berbasis di Teheran mengirim proposal mereka ke Pakistan selaku mediator untuk diteruskan ke AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usulan Iran terdiri dari 10 poin di antaranya menolak pendapat gencatan senjata sementara dan menekankan perlunya pengakhiran perang secara permanen sesuai dengan syarat-syarat nan diajukan Iran, demikian dikutip Middle East Monitor, Selasa (7/4).

Proposal itu juga mencakup penghentian permusuhan di kawasan, kerangka kerja nan memastikan jalur kondusif melalui Selaf Hormuz, bayar tukar rugi dan rekonstruksi nan disebabkan gempuran AS-Israel, serta pencabutan sanksi.

Sebelum Iran mengirim proposal tersebut, salah satu pejabat AS juga sempat mengatakan para negosiator sedang membahas gencatan senjata sementara selama 45 hari.

Proposal Iran juga dikirim setelah AS mengusulkan poin terbaru. Poin itu mencakup penghentian program nuklir dan rudal balistik Iran dan menyerahkan seluruh uranium nan diperkaya.

Namun, di tengah sesumbar negosiasi itu, Trump justru berulang kali melontarkan ancaman bakal menjadikan Iran neraka.

Terbaru, Trump mengultimatum Iran membuka rute perdagangan minyak dunia Selat Hormuz. Jika, Teheran men .olak maka AS bakal menggempur habis-habisan.

Batas akhir ultimatum itu hari ini, Selasa 7 April pukul 20.00 waktu Iran.

"Buka Selat sialan itu, bandel alias Anda bakal hidup di neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah [Praise to be Allah/Alhamdulillah]," tulis Trump di Social Truth.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional