SAMPIT – Kawasan belakang Eks Golden Theater di Jalan Rahadi Usman I, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupatem Kotawaringin Timur kembali menjadi sorotan setelah terjadi kasus pembacokan nan menyebabkan seorang laki-laki mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Peristiwa terbaru nan terjadi pada Jumat 12 Juni 2026 menambah daftar panjang tindak kekerasan nan terjadi di area tersebut. Dalam kurun waktu sekitar delapan bulan terakhir, sedikitnya tiga kasus pembacokan dan perkelahian berdarah tercatat terjadi di letak nan selama ini dikenal rawan kejahatan tersebut.
Kasus terbaru menimpa seorang laki-laki berinisial GJI namalain Acs (33). Korban mengalami luka robek pada tangan kiri setelah terkena sabetan parang saat berupaya membantu rekannya nan terlibat keributan di area belakang Eks Golden.
Usai kejadian, abdi negara kepolisian bergerak melakukan penyelidikan dan sukses menangkap terduga pelaku berinisial RKP (27) pada Sabtu 13 Juni 2026 di area Jalan Yos Sudarso Gang Bangka, Sampit. Polisi juga mengamankan satu bilah parang nan diduga digunakan dalam tindakan penganiayaan tersebut.
Namun kejadian itu bukan kejadian pertama di area tersebut.
Sebelumnya, pada 5 Maret 2026, perkelahian nan melibatkan sejumlah orang bersenjata tajam terjadi di belakang Eks Golden. Dalam kejadian itu, seorang laki-laki berinisial D mengalami luka bacok di bagian tangan hingga kudu mendapatkan tujuh jahitan. Ironisnya, korban saat itu diketahui terluka ketika mencoba melerai pertikaian nan sedang berlangsung.
Lebih jauh ke belakang, pada Oktober 2025, area nan sama juga menjadi letak perkelahian berdarah nan berujung proses hukum. Kasus tersebut menyeret dua terdakwa berinisial MA namalain Amoi dan AH nan kemudian menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sampit.
Rangkaian kasus kekerasan tersebut semakin memperkuat gambaran belakang Eks Golden sebagai salah satu titik rawan kejahatan di Kota Sampit.
Tidak hanya kasus pembacokan dan penganiayaan, area itu juga berulang kali disebut dalam beragam pengungkapan kasus narkotika. Aparat kepolisian beberapa kali melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Kondisi itu membikin area belakang Eks Golden menjadi perhatian beragam pihak. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur, DPRD Kotim hingga pemerintah setempat pernah melakukan peninjauan dan upaya pembinaan lingkungan guna menekan aktivitas kriminal di area tersebut.
Sejumlah penduduk mengaku resah dengan situasi nan terjadi. Mereka berambisi abdi negara keamanan meningkatkan patroli, terutama pada malam hingga awal hari, mengingat sebagian besar kasus kekerasan di area tersebut terjadi pada waktu-waktu rawan.
“Kami pedagang di sini sangat resah dengan adanya sejumlah peristiwa itu, apalagi area ini dipandang sebagai tempat sarang narkoba,” kata Iyul penduduk setempt nan berjualan.
Warga juga mendorong adanya penataan lingkungan dan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas nan berpotensi memicu tindak kriminal.
“Pemicunya di sini rata-rata narkoba, lihat saja sejumlah buletin itu motifnya lantaran narkoba,” bebernya.
Dengan sedikitnya tiga kasus pembacokan dan perkelahian berdarah nan tercatat sejak Oktober 2025 hingga Juni 2026.
(Jimmy)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·