Kapal Nelayan Terbelah Dua Di Perairan Kotabaru, Kapten Tewas Dan Abk Hilang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PROKALTENG.CO-Kecelakaan laut kembali merenggut korban jiwa di perairan Kotabaru. Kapal perenggek ikan Mega Harapan terbelah dua setelah diduga ditabrak kapal besar di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Selasa (16/6) sekitar pukul 09.00 WITA.

Akibat kejadian tersebut, kapten kapal Muhamad Alwi (40) ditemukan meninggal dunia. Sementara seorang anak buah kapal (ABK), Gilang (23), dilaporkan lenyap dan tetap dalam pencarian.

Kapolsek Pulau Laut Selatan Iptu Ramli Aziz mengatakan, berasas info awal terdapat tujuh orang di dalam kapal nan berangkat dari Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.

Saat melintas di perairan Desa Labuan Mas, kapal mereka diduga dihantam kapal berbahan besi berwarna putih-biru. Benturan keras membikin kapal nelayan itu terbelah menjadi dua.

Peristiwa terjadi sangat cepat. Sejumlah ABK tidak sempat menyelamatkan diri maupun mengidentifikasi kapal nan menabrak mereka.

Ketika kejadian, empat ABK sedang tertidur setelah bekerja, sementara satu orang lainnya berada di buritan untuk memasak. Para korban selamat baru tersadar saat sudah berada di laut dan mendapati kapal nan mereka tumpangi nyaris tenggelam.

PROKALTENG.CO-Kecelakaan laut kembali merenggut korban jiwa di perairan Kotabaru. Kapal perenggek ikan Mega Harapan terbelah dua setelah diduga ditabrak kapal besar di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Selasa (16/6) sekitar pukul 09.00 WITA.

Akibat kejadian tersebut, kapten kapal Muhamad Alwi (40) ditemukan meninggal dunia. Sementara seorang anak buah kapal (ABK), Gilang (23), dilaporkan lenyap dan tetap dalam pencarian.

Kapolsek Pulau Laut Selatan Iptu Ramli Aziz mengatakan, berasas info awal terdapat tujuh orang di dalam kapal nan berangkat dari Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.

Electronic money exchangers listing

Saat melintas di perairan Desa Labuan Mas, kapal mereka diduga dihantam kapal berbahan besi berwarna putih-biru. Benturan keras membikin kapal nelayan itu terbelah menjadi dua.

Peristiwa terjadi sangat cepat. Sejumlah ABK tidak sempat menyelamatkan diri maupun mengidentifikasi kapal nan menabrak mereka.

Ketika kejadian, empat ABK sedang tertidur setelah bekerja, sementara satu orang lainnya berada di buritan untuk memasak. Para korban selamat baru tersadar saat sudah berada di laut dan mendapati kapal nan mereka tumpangi nyaris tenggelam.

Sumber prokalteng