Thailand Bekuk Wni Buron As Tersangka Scam Investasi Via Dating Apps

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian imigrasi Thailand menangkap seorang penduduk Indonesia (WNI) tersangka utama jaringan penipuan investasi bodong berkedok aplikasi kencan pada Sabtu (25/4).

WNI tersebut berjulukan Awang Williang berusia 33 tahun. Ia ditangkap berasas surat perintah penangkapan pihak berkuasa Amerika Serikat dan red notice Interpol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Thairath, Divisi Imigrasi 3 Thailand menangkap Awang pada Sabtu setelah mengidentifikasi laki-laki itu sebagai tersangka utama kasus investasi kripto dan masuk dalam surat perintah penangkapan AS dan red notice Interpol atas tuduhan "konspirasi melakukan penipuan menggunakan perangkat elektronik."

Selain itu, Awang juga diidentifikasi sebagai dalang operasi penipuan hibrida nan berbasis di United Arab Emirates.

Ia dilaporkan masuk ke Thailand pada 22 April menggunakan visa turis dan menginap di sebuah resor mewah di Kamala Beach.

Aparat kemudian berkoordinasi dengan polisi imigrasi Phuket untuk melakukan penyelidikan lapangan hingga akhirnya sukses menangkapnya.

Hasil penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa sejak 2022 hingga 2026, Awang bekerja sama dengan jaringan penipuan untuk menipu penanammodal mata duit kripto.

Modus nan digunakan adalah menghubungi korban melalui aplikasi kencan, media sosial, dan kanal daring lainnya dengan menggunakan model laki-laki maupun wanita berpenampilan menarik.

Hal itu dilakukan Awang guna membangun hubungan romantis sebelum membujuk korban berinvestasi di platform tiruan nan menampilkan untung fiktif. Banyak korban berasal dari Amerika Serikat.

Otoritas Thailand kemudian mencabut izin tinggalnya di kerajaan berasas Pasal 12(7) Undang-Undang Imigrasi B.E. 2522 (1979), dengan status sebagai orang asing terlarang. Ia sekarang ditahan untuk proses deportasi serta koordinasi lebih lanjut dengan otoritas Amerika guna menjalani proses hukum.

(rds/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional