Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang personil Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) nan tengah dalam perjalanan menuju Selat Hormuz tiba-tiba diserang monyet saat singgah di Phuket, Thailand. Ia pun dievakuasi dan menerima perawatan medis.
"Ia menerima perawatan medis dan dipindahkan kembali ke Jepang untuk perawatan lebih lanjut," ujar Juru Bicara Armada ke-7 AS, melansir The Independent.
Untungnya, tak ada akibat terhadap operasional akibat kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dilaporkan bekerja di USS Chief, bagian dari golongan sekitar 84 pelaut di dua kapal nan menuju Selat Hormuz untuk melakukan penanggulangan ranjau.
Anggota nan terluka tersebut dibawa ke Sasebo, Jepang, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sejak perang pecah antara AS dan Iran, Teheran memang telah memasang ranjau di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kapal penyapu ranjau AS sedang membersihkan Selat Hormuz saat ini pada Kamis (23/4).
Dalam pesan nan sama, dia juga mengatakan bahwa Angkatan Laut AS telah diperintahkan untuk menembaki dan membunuh kapal-kapal mini Iran nan beraksi di selat dan memasang ranjau.
Pejabat AS mengatakan, Iran tak menyimpan catatan jeli tentang semua ranjau nan dipasang. Diperkirakan, butuh waktu hingga enam bulan untuk membersihkan ranjau dari Selat Hormuz sepenuhnya.
Thailand sendiri memang dikenal dengan kera-kera nakalnya nan berkeliaran di perkotaan. Tak hanya mencuri makanan, beberapa monyet juga melakukan penyerangan.
(asr)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·