Tarif Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi Di Masjidil Haram 300-350 Riyal, Ini Ciri-cirinya

Sedang Trending 22 jam yang lalu

PROKALTENG.CO-Masjidil Haram menyediakan jasa pendorong bangku roda resmi nan tarifnya sudah ditentukan. Salah satu karakter unik mereka adalah mengenakan rompi khusus.

“Rompinya jika nan pagi itu warnanya merah marun, jika nan sore dan malam itu warnanya abu-abu,” terang Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) dan Lansia-Disabilitas PPIH Daker Makkah, Mayor CKM dr Ridwan Siswanto, Sabtu (2/5) Waktu Arab Saudi.

Menurut Ridwan, selain rompi khusus, para penyedia jasa pendorong kursi roda ini juga mempunyai kartu tasreh. “Itu nan terpenting. Karena banyak nan pakai rompi mirip-mirip,” kata Ridwan.

Ia mengingatkan, banyak jasa pendorong kursi roda ilegal nan sengaja memakai rompi mirip petugas resmi untuk mengelabuhi jemaah. Tapi mereka tidak punya kartu tasreh.

“Disangkanya itu pendorong resmi padahal bukan. Pendorong nan non-resmi alias terlarangan itu ada juga dari pendorong Arab, ada juga dari masyarakat Indonesia nan bermukim di Saudi,” kata Ridwan.

Kemudian, tarif petugas resmi adalah antara 300-350 riyal. Tarif itu baru dibayarkan jamaah haji setelah diantar kembali ke terminal bus setelah selesai menjalani umrah.

Electronic money exchangers listing

Karena itu, sejak awal pihak Daerah Kerja (Daker) Makkah Kementerian Haji dan Umrah RI merancang manajemen pendorongan bangku roda nan lebih terstruktur bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas (Landis).

Layanan ini disediakan oleh seksi Landis di Daker Makkah untuk memastikan jamaah haji Indonesia terhubung dengan pendorong bangku roda resmi Masjidil Haram.

Penyiapan bangku roda dimulai sejak jamaah berangkat dari hotel. “Nanti ketika para jamaah sudah sampai di terminal, maka kita bakal menyambut dengan petugas-petugas resmi nan sudah kerjasama dengan pihak Daker,” terang Kadaker Makkah Ihsan Faisal.

Ihsan mengingatkan, penjual jasa pendorong bangku roda terlarangan saat ini tersebar di sekitar Masjidil Haram. Mereka menjadi ancaman tersendiri bagi jamaah haji Indonesia yang hendak beragama di Masjidil Haram.

Sebab, mereka kerap mematok tarif tinggi bagi pengguna jasanya. Apalagi mereka tahu betul reputasi jamaah haji Indonesia nan terkenal dermawan.

Sayangnya, jamaah berpotensi besar ditelantarkan oleh penjual jasa terlarangan ini, terutama saat ada razia oleh askar Masjidil Haram.

Bila jamaah menggunakan jasa pendorong bangku roda terlarangan lampau ditelantarkan, jamaah bisa tidak bisa menyelesaikan ibadah umrah wajib.

Karena itu, jika jamaah haji tiba-tiba kehabisan tenaga di tengah prosesi ibadah, mereka diminta segera mencari petugas haji Indonesia nan memang disebar di dalam Masjidil Haram.

“Silakan kontak dengan para petugas dan kelak minta support untuk dicarikan petugas pendorong nan resmi,” jelas Ihsan. (jpg)

PROKALTENG.CO-Masjidil Haram menyediakan jasa pendorong bangku roda resmi nan tarifnya sudah ditentukan. Salah satu karakter unik mereka adalah mengenakan rompi khusus.

“Rompinya jika nan pagi itu warnanya merah marun, jika nan sore dan malam itu warnanya abu-abu,” terang Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) dan Lansia-Disabilitas PPIH Daker Makkah, Mayor CKM dr Ridwan Siswanto, Sabtu (2/5) Waktu Arab Saudi.

Menurut Ridwan, selain rompi khusus, para penyedia jasa pendorong kursi roda ini juga mempunyai kartu tasreh. “Itu nan terpenting. Karena banyak nan pakai rompi mirip-mirip,” kata Ridwan.

Electronic money exchangers listing

Ia mengingatkan, banyak jasa pendorong kursi roda ilegal nan sengaja memakai rompi mirip petugas resmi untuk mengelabuhi jemaah. Tapi mereka tidak punya kartu tasreh.

“Disangkanya itu pendorong resmi padahal bukan. Pendorong nan non-resmi alias terlarangan itu ada juga dari pendorong Arab, ada juga dari masyarakat Indonesia nan bermukim di Saudi,” kata Ridwan.

Kemudian, tarif petugas resmi adalah antara 300-350 riyal. Tarif itu baru dibayarkan jamaah haji setelah diantar kembali ke terminal bus setelah selesai menjalani umrah.

Karena itu, sejak awal pihak Daerah Kerja (Daker) Makkah Kementerian Haji dan Umrah RI merancang manajemen pendorongan bangku roda nan lebih terstruktur bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas (Landis).

Layanan ini disediakan oleh seksi Landis di Daker Makkah untuk memastikan jamaah haji Indonesia terhubung dengan pendorong bangku roda resmi Masjidil Haram.

Penyiapan bangku roda dimulai sejak jamaah berangkat dari hotel. “Nanti ketika para jamaah sudah sampai di terminal, maka kita bakal menyambut dengan petugas-petugas resmi nan sudah kerjasama dengan pihak Daker,” terang Kadaker Makkah Ihsan Faisal.

Ihsan mengingatkan, penjual jasa pendorong bangku roda terlarangan saat ini tersebar di sekitar Masjidil Haram. Mereka menjadi ancaman tersendiri bagi jamaah haji Indonesia yang hendak beragama di Masjidil Haram.

Sebab, mereka kerap mematok tarif tinggi bagi pengguna jasanya. Apalagi mereka tahu betul reputasi jamaah haji Indonesia nan terkenal dermawan.

Sayangnya, jamaah berpotensi besar ditelantarkan oleh penjual jasa terlarangan ini, terutama saat ada razia oleh askar Masjidil Haram.

Bila jamaah menggunakan jasa pendorong bangku roda terlarangan lampau ditelantarkan, jamaah bisa tidak bisa menyelesaikan ibadah umrah wajib.

Karena itu, jika jamaah haji tiba-tiba kehabisan tenaga di tengah prosesi ibadah, mereka diminta segera mencari petugas haji Indonesia nan memang disebar di dalam Masjidil Haram.

“Silakan kontak dengan para petugas dan kelak minta support untuk dicarikan petugas pendorong nan resmi,” jelas Ihsan. (jpg)

Sumber prokalteng