Jakarta, CNN Indonesia --
Isu liar tapi mengkhawatirkan datang dari Gedung Putih. Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine diklaim menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengakses peluncuran peledak nuklir.
Gedung Putih segera merespons dan membantah rumor viral nan mengatakan Trump telah meminta kode nuklir saat rapat soal perang Iran pada Sabtu (18/4) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Al Arabiya, klaim viral itu berasal dari pernyataan mantan perwira CIA, Larry Johnson, saat wawancaranya dalam podcast "Judging Freedom" pada 20 April.
Bukan hanya Trump
Sejumlah presiden Amerika Serikat pernah sembarangan dengan kode nuklir. Presiden AS ke 42 Bill Clinton misalnya pernah menghilangkan kode nuklir selama berbulan-bulan.
Dikutip dari ABC News, Jenderal Hugh Shelton , nan menjabat di bawah pemerintahan Clinton sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan, menceritakan kisah tersebut dalam memoarnya nan baru saja diterbitkan, "Without Hesitation: The Odyssey of an American Warrior."
"Pada suatu waktu selama pemerintahan Clinton. Kode-kode tersebut betul-betul lenyap selama berbulan-bulan. Itu masalah besar -- masalah nan sangat besar," tulis Shelton.
Hal nan sama terjadi pada presiden ke-40 AS Ronald Reagen. Reagen nan menjabat di masa perang dingin pernah kehilangan kartu autentifikasi.
Kartu itu berisi serangkaian nomor dan kata berkode nan dapat digunakan presiden untuk mengidentifikasi dirinya kepada para pejabat militer di "Ruang Perang" Pentagon.
Koran Washington Post kala itu melaporkan perihal itu memicu perselisihan antara biro investigasi FBI dan para ajudan militer presiden, nan baru terselesaikan setelah Jaksa Agung William French Smith memerintahkan pemasok FBI untuk menyimpan kartu tersebut.
Kartu tersebut tidak dikembalikan selama dua hari dan para pejabat mengatakan mereka menduga bahwa sementara itu kartu baru telah diterbitkan dengan kode nan telah direvisi.
Kartu tersebut adalah satu-satunya perangkat nan secara pribadi dibawa oleh presiden untuk mengautentikasi perintah nuklirnya.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·