Jakarta -
Starbucks di Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada bagian teknologi, Selasa (21/4/2026). Meski begitu, Starbucks hingga sekarang belum mengonfirmasi berita PHK tersebut.
Dikutip dari The Seattle Times, pemangkasan tenaga kerja ini telah lama menjadi rumor internal Starbucks. PHK ini juga menjadi bagian dari restrukturisasi bagian teknologi Starbucks.
"Kami melakukan perubahan struktural untuk bergerak lebih cepat, mempertajam fokus, dan memastikan kami siap untuk mewujudkan prioritas terpenting kami," kata manajemen Starbucks dalam pesannya kepada karyawan, dikutip dari The Seattle Times, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun info PHK diumumkan Starbucks pada Selasa. Pengumuman tersebut disampaikan terpisah dari relokasi pegawai bagian teknologi di Seattle ke Nashville. Kantor ini disebut bakal menampung 2.000 pekerja Starbucks.
Diketahui, Starbucks mengumumkan Anand Varadarajan sebagai Chief Technology Officer (CTO) pada Desember. Ia diketahui sempat menjabat sebagai CTO di Amazon sekitar 19 tahun.
Menurut jurnal perdagangan IT ETCIO, perekrutan Varadarajan menandakan konsentrasi Starbucks terhadap pertumbuhan teknologi. Starbucks sedang menjalani upaya perubahan besar di bawah kepemimpinan CEO, Brian Niccol.
Sejak tahun 2024, Starbucks juga berupaya mengatasi penurunan penjualan, laba, dan masalah operasional di gerai-gerainya. Hal ini dianggap sebagai rencana investasi besar untuk meningkatkan kualitas toko dan ekspansi.
Namun perihal itu juga berfaedah pemangkasan biaya besar-besaran. Tahun lalu, Starbucks menutup ratusan gerai di AS dan Kanada, termasuk lebih dari 30 letak di Washington .
Perusahaan ini juga memberhentikan nyaris 1.000 pekerja ritel dan non-ritel di Seattle dan Kent. Langkah ini dilakukan berbareng dengan PHK 1.100 tenaga kerja nan diperkirakan tetap bakal terjadi bulan depan.
(ahi/hns)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·