PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan tidak bakal memberi toleransi terhadap SPBU maupun pihak nan terbukti bermain dalam pengedaran BBM di tengah antrean panjang nan tetap terjadi di Palangka Raya.
Bahkan, Agustiar menyebut SPBU nan terbukti melakukan penyelewengan pengedaran BBM bisa ditutup. Pernyataan itu disampaikan menyusul keluhan masyarakat mengenai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU selama beberapa pekan terakhir.
“Kami mendesak abdi negara penegak norma untuk tidak memberikan toleransi sedikit pun kepada para penimbun maupun pemasok nan curang,” tegas Agustiar saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, antrean BBM nan terjadi saat ini bukan hanya dialami Palangka Raya, melainkan juga sejumlah wilayah lain akibat dampak situasi dunia terhadap pengedaran energi.
“Kondisi antrean semacam ini tidak eksklusif terjadi di wilayah kita saja, di tempat lain pun kondisinya serupa. Hal ini merupakan imbas dari keadaan global,” ujarnya.
Meski demikian, Agustiar memastikan stok BBM subsidi di Kalimantan Tengah tetap dalam kondisi kondusif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karena itu, penduduk diminta tidak panik ataupun terpancing rumor nan belum jelas kebenarannya.
“Oleh lantaran itu, minta tetap tenang. Ketersediaan BBM bersubsidi semestinya tetap sangat memadai,” katanya.
Agustiar juga menegaskan pemerintah wilayah siap mengambil langkah keras andaikan ditemukan praktik penimbunan alias permainan pengedaran BBM nan merugikan masyarakat.
“Apabila kewenangan tersebut ada di tangan kami, SPBU nan bermasalah pasti langsung kami tutup,” ucapnya.
Pemprov Kalteng memastikan pengawasan pengedaran BBM bakal terus diperketat agar penyaluran melangkah lancar dan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan bakar dengan aman. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan tidak bakal memberi toleransi terhadap SPBU maupun pihak nan terbukti bermain dalam pengedaran BBM di tengah antrean panjang nan tetap terjadi di Palangka Raya.
Bahkan, Agustiar menyebut SPBU nan terbukti melakukan penyelewengan pengedaran BBM bisa ditutup. Pernyataan itu disampaikan menyusul keluhan masyarakat mengenai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU selama beberapa pekan terakhir.
“Kami mendesak abdi negara penegak norma untuk tidak memberikan toleransi sedikit pun kepada para penimbun maupun pemasok nan curang,” tegas Agustiar saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, antrean BBM nan terjadi saat ini bukan hanya dialami Palangka Raya, melainkan juga sejumlah wilayah lain akibat dampak situasi dunia terhadap pengedaran energi.
“Kondisi antrean semacam ini tidak eksklusif terjadi di wilayah kita saja, di tempat lain pun kondisinya serupa. Hal ini merupakan imbas dari keadaan global,” ujarnya.
Meski demikian, Agustiar memastikan stok BBM subsidi di Kalimantan Tengah tetap dalam kondisi kondusif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karena itu, penduduk diminta tidak panik ataupun terpancing rumor nan belum jelas kebenarannya.
“Oleh lantaran itu, minta tetap tenang. Ketersediaan BBM bersubsidi semestinya tetap sangat memadai,” katanya.
Agustiar juga menegaskan pemerintah wilayah siap mengambil langkah keras andaikan ditemukan praktik penimbunan alias permainan pengedaran BBM nan merugikan masyarakat.
“Apabila kewenangan tersebut ada di tangan kami, SPBU nan bermasalah pasti langsung kami tutup,” ucapnya.
Pemprov Kalteng memastikan pengawasan pengedaran BBM bakal terus diperketat agar penyaluran melangkah lancar dan masyarakat tetap dapat memperoleh bahan bakar dengan aman. (her)
4 jam yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·