BUNTOK,PROKALTENG.CO – Tim campuran Pemerintah Daerah dan Polres Barito Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di dalam maupun luar Kota Buntok, beberapa hari ini.
Sidak dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Barsel, Yoga Prasetyanto Utomo didampingi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Harminto, Kepala Dinas Perhubungan, Joni Priawan, Plt. Kepala Satpol PP, Olive Frata, serta personel dari Polres setempat.
Sidak dimulai dari sejumlah SPBU di dalam Kota Buntok, kemudian bersambung ke SPBU di Desa Pamait dan SPBU di Desa Sababilah. Menurut Yoga, sidak dilakukan sebagai langkah pemerintah menyikapi kejadian kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nan belakangan ini terjadi di wilayah Barsel dan menyebabkan antrean panjang di nyaris seluruh SPBU.
” Ternyata penyebab utama kelangkaan BBM adalah adanya pengurangan pengedaran dari Pertamina. Hasil sidak menunjukkan adanya pengurangan pengedaran BBM dari biasanya 16.000 KL menjadi hanya sekitar 8.000 KL,” ungkap Yoga P Utomo.
Yoga menyebutkan, pengurangan pasokan tersebut terjadi baik untuk jenis Pertalite maupun Pertamax. Menurut dia, kondisi ini juga dialami sejumlah wilayah lain. Meski demikian, Yoga meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban saat mengantre di SPBU dan tidak mudah terpancing situasi. Dia berjanji Pemkab Barsel bakal terus melakukan pengawasan terhadap pengedaran BBM di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut.
“Kami juga mengimbau agar situasi kelangkaan BBM ini tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum nan tidak bertanggung jawab untuk mengambil untung pribadi, langkah sidak lintas lembaga ini menjadi bukti kesungguhan Pemerintah Kabupaten Barsel berbareng abdi negara kepolisian dalam menjaga stabilitas pengedaran BBM dan mencegah potensi penyalahgunaan di tengah kondisi pasokan nan terbatas,” tegas Yoga.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Harminto, mengatakan bakal segera mengundang seluruh pemilik SPBU guna mencari tahu penyebab pengurangan pengiriman BBM ke Barsel, sekaligus mencari solusi agar pengedaran kembali normal.
”Kami berbareng Kepolisian menegaskan pihak kepolisian tidak bakal memberi toleransi terhadap praktik penimbunan BBM. Untuk itu, kami meminta masyarakat tidak melakukan penimbunan BBM. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, maka bakal ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan nan berlaku,” tukasnya.(ena)
BUNTOK,PROKALTENG.CO – Tim campuran Pemerintah Daerah dan Polres Barito Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di dalam maupun luar Kota Buntok, beberapa hari ini.
Sidak dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Barsel, Yoga Prasetyanto Utomo didampingi Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Harminto, Kepala Dinas Perhubungan, Joni Priawan, Plt. Kepala Satpol PP, Olive Frata, serta personel dari Polres setempat.
Sidak dimulai dari sejumlah SPBU di dalam Kota Buntok, kemudian bersambung ke SPBU di Desa Pamait dan SPBU di Desa Sababilah. Menurut Yoga, sidak dilakukan sebagai langkah pemerintah menyikapi kejadian kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nan belakangan ini terjadi di wilayah Barsel dan menyebabkan antrean panjang di nyaris seluruh SPBU.
” Ternyata penyebab utama kelangkaan BBM adalah adanya pengurangan pengedaran dari Pertamina. Hasil sidak menunjukkan adanya pengurangan pengedaran BBM dari biasanya 16.000 KL menjadi hanya sekitar 8.000 KL,” ungkap Yoga P Utomo.
Yoga menyebutkan, pengurangan pasokan tersebut terjadi baik untuk jenis Pertalite maupun Pertamax. Menurut dia, kondisi ini juga dialami sejumlah wilayah lain. Meski demikian, Yoga meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban saat mengantre di SPBU dan tidak mudah terpancing situasi. Dia berjanji Pemkab Barsel bakal terus melakukan pengawasan terhadap pengedaran BBM di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut.
“Kami juga mengimbau agar situasi kelangkaan BBM ini tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum nan tidak bertanggung jawab untuk mengambil untung pribadi, langkah sidak lintas lembaga ini menjadi bukti kesungguhan Pemerintah Kabupaten Barsel berbareng abdi negara kepolisian dalam menjaga stabilitas pengedaran BBM dan mencegah potensi penyalahgunaan di tengah kondisi pasokan nan terbatas,” tegas Yoga.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Harminto, mengatakan bakal segera mengundang seluruh pemilik SPBU guna mencari tahu penyebab pengurangan pengiriman BBM ke Barsel, sekaligus mencari solusi agar pengedaran kembali normal.
”Kami berbareng Kepolisian menegaskan pihak kepolisian tidak bakal memberi toleransi terhadap praktik penimbunan BBM. Untuk itu, kami meminta masyarakat tidak melakukan penimbunan BBM. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, maka bakal ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan nan berlaku,” tukasnya.(ena)
1 hari yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·