Telur rebus sering menjadi pilihan bekal praktis untuk anak sekolah lantaran mudah dibuat, murah, dan mengenyangkan. Namun, tetap banyak nan meremehkan manfaatnya.
Tidak sedikit orang tua nan ragu dan cemas kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi jika lauk dalam bekal sekolahnya hanya berupa telur rebus. Padahal di kembali tampilannya nan sederhana, telur menyimpan beragam nutrisi krusial nan dibutuhkan tubuh.
1. Bantu Otak Tetap Fokus di Sekolah
Kemampuan anak untuk tetap konsentrasi di kelas tidak hanya dipengaruhi oleh metode belajar, tetapi juga dari asupan nutrisi nan dikonsumsi setiap hari. Bekal sederhana seperti telur rebus bisa memberikan kontribusi krusial lantaran mengandung protein berbobot tinggi serta beragam mikronutrien nan dibutuhkan tubuh selama masa pertumbuhan dan perkembangan kognitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah penelitian nan dimuat dalam jurnal Public Health Nutrition tahun 2024 menyoroti peran telur dalam pola makan anak. Konsumsi telur dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi krusial nan berangkaian dengan perkembangan anak, termasuk protein, kolin, vitamin B12, serta sejumlah mikronutrien lain nan berkedudukan dalam kegunaan otak dan perkembangan kognitif.
Penelitian ini menilai perkembangan anak menggunakan metode Ages and Stages Questionnaire dan menemukan bahwa anak nan mengonsumsi telur sebagai bagian dari pola makan hariannya menunjukkan perkembangan nan lebih baik pada beberapa parameter dibandingkan golongan nan tidak makan telur.
2. Terhindar dari Risiko Obesitas
Bekal sekolah nan mengenyangkan sering membantu anak mengontrol rasa lapar selama beraktivitas di sekolah. Telur rebus menjadi salah satu pilihan nan cukup baik lantaran mengandung protein nan tinggi sehingga bisa memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan nan didominasi karbohidrat sederhana.
Protein dalam telur membantu memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa lapar tidak sigap muncul. Kondisi ini membikin anak tidak mudah tergoda untuk makan camilan tinggi gula alias jajanan Ultra-Processed Food (UPF) nan sering dijual di kantin-kantin sekolah.
3. Mendukung Pertumbuhan
Selain membantu kegunaan otak, telur juga berkedudukan krusial dalam proses pertumbuhan tubuh anak. Protein dalam telur mengandung masam amino esensial nan dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan.
Nutrisi ini berkedudukan dalam pembentukan otot, kulit, kuku, dan beragam jaringan tubuh lain nan terus berkembang selama masa pertumbuhan. Karena itulah, memasukkan telur rebus ke dalam bekal sekolah bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak.
4. Sederhana, Tapi Kaya Nutrisi
Dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017, satu butir telur rebus mengandung sekitar 70 kkal dengan protein sekitar 6 sampai 7 gram serta lemak sekitar 5 gram nan sebagian besar berasal dari kuning telur.
Proses merebus telur juga membantu menjaga kandungan nutrisinya tetap stabil. Vitamin nan larut dalam lemak seperti vitamin A dan D relatif tidak banyak berkurang selama proses pemasakan. Vitamin B kompleks termasuk folat dan vitamin B12 juga tetap terjaga lantaran pemasakan dengan air biasanya tidak mencapai suhu setinggi minyak panas.
Melihat kandungan nutrisi tersebut, orang tua tidak perlu lagi ragu alias cemas jika lauk dalam bekal sekolah anak adalah telur rebus. Meski sederhana, lauk telur rebus tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak untuk menjalani aktivitas belajarnya.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)
Tips Menyimpan Telur
6 Konten
Telur merupakan sumber nutrisi nan kadang-kadang 'underrated', sering dibilang 'ah telur doang' padahal nutrisinya nggak sepele. Praktis dalam pengolahan, mudah pula didapatkan. Tantangannya paling hanya satu: langkah menyimpan biar tahan lama.
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·