Selesai Kemo Bukan Berarti Aman, Ini Cara Deteksi Sel Kanker Aktif

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Setelah menjalani terapi kanker, seperti operasi, kemoterapi, alias radioterapi, pasien tetap perlu menjalani pemantauan secara berkala. Langkah ini krusial untuk memastikan sel kanker tidak kembali tumbuh setelah pengobatan dilakukan.

Salah satu tantangan dalam fase pemantauan adalah mendeteksi kemungkinan kekambuhan sejak dini, apalagi sebelum indikasi muncul. Dalam kondisi ini, teknologi kedokteran nuklir seperti PET-CT Scan dapat membantu master memandang tidak hanya struktur tubuh, tetapi juga aktivitas biologis sel kanker secara lebih detail.

Pemeriksaan rutin pascaterapi kanker diperlukan untuk menilai keberhasilan pengobatan, mendeteksi kemungkinan sisa sel kanker, serta mengetahui ada tidaknya tanda kekambuhan. Hasil pemeriksaan juga menjadi dasar bagi master untuk menentukan langkah terapi lanjutan nan sesuai. Namun, pada beberapa kondisi, metode pemeriksaan konvensional belum cukup sensitif untuk menemukan kekambuhan pada tahap awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sinilah PET-CT Scan berkedudukan dalam memberikan gambaran nan lebih menyeluruh mengenai kondisi tubuh pasien. Pemeriksaan ini dapat membantu master mengevaluasi aktivitas sel kanker secara lebih akurat, termasuk ketika perubahan ukuran jaringan belum tampak jelas melalui pemeriksaan biasa.

dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan PET-CT Scan dapat membantu mendeteksi aktivitas sel kanker sejak dini. Dengan pemeriksaan ini, master dapat menilai respons tubuh terhadap terapi sekaligus menentukan langkah selanjutnya jika ditemukan tanda aktivitas sel kanker.

"Dengan teknologi ini, kami bisa memastikan apakah sel kanker telah aktif meskipun ukurannya belum terlihat. Hal ini sangat krusial untuk mendeteksi kekambuhan sejak awal sekaligus menilai keberhasilan terapi. Jika aktivitas sel kanker menurun, terapi dinilai efektif, tetapi jika telah aktif, kami dapat segera mengevaluasi dan menentukan langkah pengobatan lanjutan nan tepat," ujar dr. Lim Andreas dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Dengan demikian, PET-CT Scan mempunyai peran krusial dalam pemantauan kondisi pasien setelah terapi kanker. Teknologi ini dapat membantu proses penemuan awal sekaligus mendukung penanganan tumor dan kanker nan lebih komprehensif serta terintegrasi.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Selatan bakal segera menghadirkan jasa PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Nuclear Medicine and Molecular Imaging nan terintegrasi dengan Oncology Center. Layanan ini dilengkapi penerapan teknologi dan protokol low radiation imaging alias dosis radiasi rendah sebagai salah satu keunggulannya.

Dengan pendekatan tersebut, pemeriksaan tidak hanya berkedudukan dalam penemuan dini, tetapi juga diharapkan memberi kenyamanan lebih bagi pasien, terutama dalam proses pemantauan jangka panjang.

Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care dan didukung kerjasama tim master multidisiplin dari beragam subspesialisasi. Dengan begitu, pasien dapat memperoleh penanganan nan lebih tepat dan terarah sesuai kondisi masing-masing.

Selama perawatan, Tumor Board berkedudukan dalam menyusun rencana terapi nan tepat. Sementara itu, Patient Navigator mendampingi pasien di setiap tahap perawatan, mulai dari skrining, pertimbangan hasil pemeriksaan, hingga penyusunan rencana terapi.

Bagi masyarakat nan memerlukan jasa penemuan awal alias pertimbangan kanker secara menyeluruh dengan PET-CT Scan, konsultasi dapat dilakukan dengan master ahli kedokteran nuklir di Mayapada Hospital. Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui Call Center 150770 alias aplikasi MyCare.

Mayapada Hospital Foto: Dok. Mayapada Hospital

Informasi kesehatan dari master Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, pengguna dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung debar jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index alias BMI.

(akn/ega)

Sumber detik-health