Rusia Sebut Sanksi Baru Uni Eropa Perparah Krisis Energi Global

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia menyatakan paket hukuman terbaru dari Uni Eropa terhadap minyak dan gas Moskow bakal merugikan negara-negara berkembang.

Negeri Beruang Merah itu juga memperingatkan hukuman baru itu bakal berakibat negatif bagi Uni Eropa sendiri.

"Semua ini terjadi di tengah krisis daya dunia dan kelangkaan sumber daya nan dirasakan secara akut di sebagian besar wilayah dunia," kata ahli bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova dalam konvensi pers, dikutip Reuters, Sabtu (25/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan mencoba semakin mendestabilisasi pasar energi, Brussel justru merugikan dirinya sendiri dan negara-negara berkembang, nan sekarang tidak lagi bisa membeli daya dengan nilai nan terdongkrak secara artifisial," imbuh Zakhrova.

Kamis kemarin, Uni Eropa menetapkan paket hukuman ke-20 terhadap Rusia mengenai perang di Ukraina. Paket ini mencakup pembatasan tambahan pada transportasi minyak dan gas Moskow, serta hukuman terhadap produsen minyak dan kilang.

Moskow memandang tindakan Jerman Cs menambah hukuman hanya bakal memperparah krisis daya global. Mereka juga berjanji bakal melakukan pembalasan atas hukuman baru Uni Eropa tersebut.

Tak hanya memperparah krisis energi, Rusia juga menambahkan hukuman Uni Eropa tersebut juga menakut-nakuti ketahanan pangan global, lantaran mencakup pembatasan terhadap pupuk. Moskow pun berjanji bakal membalas balasan baru Uni Eropa.

"Kami bakal mengambil langkah balasan. Langkah itu bakal tegas dan dirancang sesuai dengan kepentingan kami," ujar Zakharova.

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional