Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk bertuliskan "Rising Lion" oleh Israel, di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan pemasangan spanduk tersebut adalah tindakan nan provokatif.
"Penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit nan telah dihancurkan, terlebih dengan mengaitkannya pada operasi militer tertentu, merupakan tindakan nan sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan," demikian pernyataan Kemlu RI di X, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RI menegaskan bahwa rumah sakit dan seluruh akomodasi medis kudu dihormati dan dilindungi, sesuai norma humaniter internasional.
Kecaman ini dikeluarkan menyusul pemasangan spanduk "Rising Lion" dan bendera Israel di atas Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza pada Senin (20/4).
"Indonesia mendesak Israel untuk menghentikan segala tindakan nan melanggar perlindungan terhadap prasarana sipil, serta memastikan akuntabilitas atas serangan terhadap akomodasi medis di Gaza," lanjut pernyataan Kemlu.
Kemlu RI juga menegaskan bahwa akomodasi sipil nan didedikasikan sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan masyarakat Gaza, bukan lah tempat untuk propaganda militer alias pesan intimidatif.
"Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap akomodasi kemanusiaan nan dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina," demikian pernyataan Kemlu RI.
Dilansir Middle East Eye, spanduk panjang nan bertuliskan frasa "Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti singa, dan seperti singa mengangkat dirinya" diduga merujuk pada sebuah ayat dari kitab Taurat. Frasa itu juga disebut menjadi inspirasi di kembali nama sandi saat perang Israel melawan Iran pada 2025 lalu, ialah Rising Lion alias Singa nan Bangkit.
Gambar spanduk tersebut mulai beredar di saluran Telegram Israel awal pekan ini. Salah satu saluran Telegram menuliskan "Batalyon 9208 Brigade Negev sedang bersiap untuk Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan di Rumah Sakit Indonesia, Jabalia".
Waktu pemasangan spanduk tersebut juga bertepatan dengan "Hari Kemerdekaan" di Israel nan diperingati dari Selasa (21/4) hingga Rabu (22/4), nan menandai 78 tahun sejak negara Zionis itu mendeklarasikan diri sebagai negara setelah peristiwa Nakba pada tahun 1948.
Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza saat ini tak lagi bisa melayani pasien, lantaran militer Israel berulang kali menargetkan akomodasi kesehatan itu selama agresi di Jalur Gaza.
Setelah pertama kali dikepung pasukan Israel pada November 2023 dan dikuasai selama beberapa bulan, rumah sakit ini dibuka kembali pada Juni 2024 sebagai satu-satunya akomodasi medis di Gaza utara.
Namun RS Indonesia kembali diserbu pada 2025, hingga tutup dan tak bisa lagi melayani penduduk Palestina di Jalur Gaza.
(dna)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·