Jakarta, CNN Indonesia --
Rusia memperketat keamanan menyusul laporan intelijen nan menyebut Presiden Vladimir Putin jadi sasaran kudeta hingga pembunuhan.
Laporan badan intelijen Eropa menyatakan sejak awal Maret 2026 Kremlin dan Putin cemas tentang potensi kebocoran info sensitif.
"Serta akibat rencana alias upaya kudeta nan menargetkan presiden Rusia," demikian laporan itu, dikutip CNN, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sangat waspada terhadap penggunaan drone untuk kemungkinan upaya pembunuhan oleh personil elite politik Rusia," lanjut laporan tersebut.
Laporan tersebut juga menyinggung mantan Menteri Pertahanan Rusia nan sekarang menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Sergei Shoigu.
"Shoigu dikaitkan dengan akibat kudeta, lantaran dia tetap mempunyai pengaruh signifikan di dalam komando tinggi militer," lanjut laporan tersebut.
Putin sempat menghadapi upaya kudeta pada Juni 2023, saat bos tentara penghasilan Wagner Group Yevgeny Prigozin memimpin serangan ke Moskow.
Laporan intelijen Eropa juga menunjukkan perselisihan dan paranoia di Kremlin nan meningkat.
Sejumlah langkah pengamanan intensif diperketat termasuk pemeriksaan tubuh secara intensif, penolakan Kremlin terhadap penggunaan ponsel pintar, dan pembatasan pergerakan presiden.
Selain itu, menurut laporan tersebut, ahli masak, pengawal, dan ahli foto nan bekerja dengan Putin juga dilarang menggunakan transportasi umum.
Tak hanya itu, visitor kepala Kremlin kudu diperiksa dua kali, dan mereka nan bekerja dekat dengan Putin hanya boleh menggunakan telepon tanpa akses internet.
Menurut laporan tersebut para pejabat keamanan Rusia mengurangi jumlah letak nan biasa dikunjungi Putin. Dia dan keluarganya berakhir mengunjungi kediaman di wilayah Moskow dan di Valdai.
Laporan itu juga menyebut Putin belum mengunjungi akomodasi militer mana pun tahun ini, meski dijadwalkan melakukan perjalanan rutin pada 2025.
Untuk menghindari pembatasan itu, Kremlin merilis gambar nan sudah direkam sebelumnya ke publik.
Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Putin juga menghabiskan waktu berminggu-minggu di bunker dengan akomodasi lengkap.
Dokumen tersebut muncul di tengah krisis nan meningkat di sekitar Kremlin, empat tahun setelah perang Rusia-Ukraina.
Langkah-langkah ini menunjukkan keresahan nan meningkat di internal Kremlin lantaran menghadapi masalah nan semakin besar di dalam dan luar negeri. Permasalahan itu termasuk kesulitan ekonomi, tanda-tanda perbedaan pendapat nan meningkat, dan kemunduran di medan perang di Ukraina.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·