Ri Dan 7 Negara Muslim Kecam Pelanggaran Israel Di Al Aqsa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Republik Indonesia (RI) dan 7 negara Muslim mengecam pelanggaran Israel terhadap situs suci Islam dan Kristen di kompleks Al Aqsa.

Dilansir Anadolu Agency, menteri luar negeri Indonesia, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengutuk kelanjutan penyerbuan pasukan pendudukan dan pejabat Israel di Al Aqsa.

Tidak hanya itu, militer Israel pada pekan ini juga mengibarkan bendera Israel di halamannya, termasuk di lingkungan Masjid Al Aqsa dan Al Haram Al Sharif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para menteri tersebut menganggap tindakan Israel sebagai 'pelanggaran mencolok' terhadap norma internasional dan norma humaniter inernasional. Mereka menilai Israel melakukan provokasi nan tidak bisa diterima umat Muslim lantaran melanggar kesucian kota suci.

"Para Menteri selanjutnya mengutuk meningkatnya aktivitas pemukiman ilegal, termasuk keputusan Israel untuk menyetujui lebih dari 30 pemukiman baru, nan merupakan pelanggaran mencolok terhadap norma internasional, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB dan pendapat penasihat Mahkamah Internasional tahun 2024," kata pernyataan itu.

Mereka juga kembali menegaskan penolakan terhadap setiap upaya mengubah status quo Yerusalem dan situs-situs suci Islam serta Kristen. Perlunya upaya melestarikan situs-situs suci digaungkan RI dan tujuh negara Muslim tersebut.

Para menteri pun menggarisbawahi peran unik perwalian Hanshemite dalam mengawasi situs-situs tersebut.

Kompleks Masjid Al Aqsa nan meliputi 144 dunam alias setara dengan 14,4 hektare adalah tempat ibadah eksklusif bagi umat Muslim. Pengelolaan dan akses masuk situs itu merupakan kewenangan tunggal Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Al Aqsa, nan berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania.

Selain kecaman soal pendudukan kompleks Al Aqsa, para menteri juga mengutuk meningkatnya kekerasan di Tepi Barat, termasuk serangan nan menargetkan sekolah dan anak Palestina baru-baru ini, serta menyerukan pertanggungjawaban Israel.

"Mereka menekankan Israel tidak mempunyai kedaulatan atas wilayah Palestina nan diduduki. Mereka secara tegas menolak setiap upaya untuk mencaplok wilayah Palestina nan diduduki alias menggusur rakyat Palestina," demikian pernyataan tersebut.

Pelanggaran Israel itu disebut sebagai serangan nan disengaja dan langsung terhadap Palestina serta penerapan solusi dua negara. Agresi itu juga meningkatkan ketegangan, melemahkan perdamaian, dan menghalang proses de-eskalasi dan pemulihan stabilitas.

Seruan kepada organisasi internasional guna menegakkan tanggung jawab norma dan moral dengan memaksa Israel menghentikan eskalasi rawan di Tepi Barat kembali diserukan para menteri.

"Para Menteri menegaskan kembali support teguh mereka terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, khususnya kewenangan mereka menentukan nasib sendiri dan mewujudkan negara Palestina merdeka di sepanjang garis 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," pernyataan itu menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(sry/dna)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional