Ri Butuh Rp 1.200 T Buat Bangun Jalur Kereta Sampai 2045

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembangunan kereta api di Indonesia belum maksimal. Menurutnya ada kesenjangan investasi antara pembangunan jalan dan perkeretaapian nan selama ini tetap cukup lebar.

Menurutnya investasi untuk kereta api minim, dan selama ini terdapat gap alias selisih besar antara pembangunan prasarana perkeretaapian dengan prasarana lainnya.

"Kita tidak mengatakan pembangunan jalan tidak penting, tentu tetap kudu kita lakukan. Tetapi kita juga memandang adanya gap nan signifikan dalam investasi perkeretaapian. Ini nan kudu kita koreksi bersama," kata AHY dalam keterangannya, ditulis Minggu (26/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AHY juga mengatakan untuk mewujudkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga sekitar 14.000 kilometer di Indonesia sesuai rencana nasional butuh investasi sebesar Rp 1.100-1.200 triliun hingga tahun 2045. Rencana itu berupa reaktivasi jalur ataupun pembangunan jalur baru.

Dia menekankan nomor sebesar itu tentunya tak bisa dipenuhi hanya dengan mengandalkan APBN. Perlu skema pembiayaan imajinatif dengan perlibatan beragam pihak, tak terkecuali pihak swasta.

"Angkanya memang besar, tetapi ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Harus ada creative financing, kerjasama dengan swasta, dan keterlibatan beragam pihak," jelas AHY.

Peran pemerintah wilayah dalam mendukung pengembangan transportasi publik, menurut AHY juga krusial untuk dilakukan. Khususnya melalui alokasi anggaran nan lebih proporsional.

"Pendapatan wilayah dari sektor transportasi sebenarnya cukup besar, tetapi shopping untuk transportasi publik tetap rendah. Ini perlu kita sorong agar lebih seimbang dan tepat sasaran," kata AHY.

(acd/acd)

Sumber finance