Respons Purbaya Tiba-tiba Ditawari Utang Saat Debat Seru Dengan Bank Dunia-imf

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan proses pertemuannya dengan para petinggi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (World Bank).

Pertemuan itu saat kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada 13-17 April 2026. Salah satu materi pertemuan tentang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia nan tidak lebih dari 3%.

Purbaya bercerita sempat terjadi debat seru saat membahas langkah Indonesia mengatasi guncangan nilai minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu debat seru, mempertanyakan apa policy kita dan kita jelaskan seperti apa. Salah satu nan ditanya adalah defisitnya di 3%, subsidinya naik, gimana langkah nutupnya? Ya kita jelaskan," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Purbaya lantas menjelaskan beragam langkah nan diambil oleh Indonesia untuk mempertahankan batas defisit fiskal 3%. Salah satu upaya nan dilakukan ialah penghematan.

"Kita jelasin ada penghematan sana-sini, terus ada pendapatan tambahan dari sumber daya mineral. Terus kita juga bilang nggak usah takut, jika ada apa-apa kita tetap aman," terang Purbaya.

Yang cukup mengejutkan, di tengah-tengah perdebatan itu, IMF dan Bank Dunia menawarkan utang buat Indonesia.

Nilai utang tersebut berkisar antara US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar. Purbaya mengaku, saat Bank Dunia menawarkan, dirinya hanya tak bersuara saja.

Sementara, saat IMF menawarkan, Purbaya mengatakan belum butuh lantaran APBN tetap Aman.

"Di tengah-tengahnya nawarin bahwa mereka sudah menyediakan uang, ada nan bilang US$ 20-30 miliar untuk memberikan support ke negara nan membutuhkan. Kalau di World Bank saya tak bersuara saja, tetapi nan terakhir nawarin lagi 'kalau mau itu dipakai boleh', suruh utang ke dia," ungkap Purbaya.

"IMF juga sama. Saya bilang ya itu terima kasih atas tawarannya, tetapi sekarang kondisi APBN kita tetap bagus dan saya belum butuh itu," sambung mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Purbaya menambahkan alas Indonesia saat ini tetap kuat dengan kepemilikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp 420 triliun.

"Jadi kondisi finansial kita tetap aman," tambahnya.

(hns/hns)

Sumber finance