JAKARTA– Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat 1 Mei 2026 menjadi momentum krusial bagi peta jalan ketenagakerjaan Indonesia.
Di hadapan ratusan ribu massa nan memadati area Monumen Nasional, Presiden Prabowo Subianto memberikan pengakuan terbuka atas peran vital kaum pekerja dalam kepemimpinannya, nan kemudian disambut dengan komitmen penguatan perlindungan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).
Mandat Rakyat Kecil di Monas
Dalam pidato politiknya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaannya di bangku kepemimpinan nasional merupakan mandat langsung dari komponen akar rumput, terutama kaum buruh, tani, dan nelayan.
Pekerja Migran adalah Buruh nan Bermartabat
Menindaklanjuti pengarahan Presiden, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyatakan bahwa semangat May Day tahun ini adalah momentum untuk menghapus stigma dan memperkuat posisi tawar Pekerja Migran Indonesia.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa meski secara terminologi izin menggunakan istilah “Pekerja”, secara esensial Pekerja Migran adalah bagian tak terpisahkan dari aktivitas pekerja dunia nan mempunyai hak-hak esensial nan kudu dilindungi negara.
“Pekerja Migran adalah wajah Indonesia di mancanegara. Mereka adalah pekerja ahli nan menyumbang devisa besar, namun seringkali menghadapi tantangan lintas pemisah nan kompleks. Tugas kami adalah memastikan negara datang sebelum mereka berangkat, saat bekerja, hingga kembali ke tanah air,” tegas Menteri Mukhtarudin.
Transformasi KemenP2MI: Dari Perlindungan ke Kesejahteraan
Transformasi KemenP2MI di bawah kepemimpinan Mukhtarudin sekarang melangkah jauh melampaui aspek perlindungan dasar menuju penguatan kesejahteraan nan holistik bagi para pekerja migran.
Sejak beralih bentuk menjadi kementerian penuh, lembaga ini telah menetapkan peta jalan strategis hingga 2029 nan berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK) digencarkan untuk meningkatkan kompetensi Pekerja Migran agar bisa menembus sektor umum dengan payung hukum nan lebih kokoh.
Kedua, penguatan diplomasi tenaga kerja melalui kerja sama bilateral terus diperluas demi menjamin standarisasi bayaran dan keselamatan kerja nan manusiawi di negara penempatan.
Terakhir, selaras dengan visi Presiden Prabowo, KemenP2MI berkomitmen memberantas tuntas mafia penempatan ilegal, memastikan bahwa setiap anak bangsa nan bekerja ke luar negeri berangkat dengan jalur nan aman, bermartabat, dan bebas dari eksploitasi.
Harapan Industrial nan Harmonis
Peringatan May Day 2026 ini ditutup dengan angan bakal terciptanya ekosistem ketenagakerjaan nan harmonis. Baik Presiden maupun Menteri P2MI Mukhtarudin sepakat bahwa kesejahteraan pekerja adalah prasyarat absolut bagi Indonesia untuk mencapai sasaran ekonomi nasional.
Menteri Mukhtarudin mengatakan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan kembali bahwa di bawah manajemen saat ini, kaum buruh, termasuk mereka nan mengadu nasib di luar negeri, ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek ekonomi.
“Negara tidak boleh kalah oleh sindikat, dan negara tidak bakal membiarkan “Pejuang Keluarga” melangkah sendirian. Momentum May Day hari ini, mari kita bersama-sama untuk memastikan bahwa setiap keringat nan menetes di negeri orang, terbayar dengan perlindungan nan utuh dan kesejahteraan nan nyata bagi family di tanah air,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
(adista)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·