Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Pilih Negosiasi, Bukan Perang

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat, melainkan jalur negosiasi untuk mengakhiri bentrok di Timur Tengah.

"Iran tidak menginginkan perang alias ketidakstabilan dan selalu mendorong perbincangan serta kerja sama konstruktif dengan negara lain," kata Pezeshkian di Telegram, dikutip Tass.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun, setiap upaya untuk memaksakan kehendak Iran dan membuatnya menyerah pasti bakal gagal. Rakyat Iran tidak bakal pernah menerima pendekatan seperti itu," tambahnya.

Pezeshkian juga mempertanyakan legitimasi serangan terhadap penduduk sipil dalam bentrok nan berlangsung.

"Apa pembenaran nan ada dalam menargetkan penduduk sipil, elite, anak-anak, dan menghancurkan pusat-pusat vital, termasuk sekolah dan rumah sakit, dalam kerangka norma internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan?" ujar Pezeshkian, dikutip Al Jazeera.

Negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad pada Sabtu (11/4) kandas mencapai kesepakatan untuk mengakhiri bentrok nan berlangsung.

Pembicaraan itu berjalan hingga awal hari, dengan kedua negara tidak menemukan titik terang dalam beberapa pembahasan rumor krusial.

"Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu buletin jelek bagi Iran jauh lebih daripada bagi AS," kata Wakil Presiden JD Vance, kepala delegasi AS, kepada wartawan sesaat sebelum dia meninggalkan Islamabad.

"Jadi kami kembali ke AS tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batas kami," tambahnya, dikutip dari Reuters.

Namun, kebuntuan dalam negosiasi kedua negara mendorong pertimbangan putaran baru sebelum masa gencatan senjata dua pekan berhujung pada 21 April, alias untuk memperpanjangnya.

"Belum ada tanggal nan ditetapkan secara pasti, namun delegasi dari kedua pihak mengosongkan agenda antara Jumat hingga Minggu," ujar seorang sumber senior dari Iran, dikutip Reuters.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional