Pohon Mahoni Purba Berusia 1,2 Abad Di Jaksel, Jadi Saksi Bisu Sejarah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 02 Apr 2026 19:15 WIB

Pohon Mahoni di Jaksel ini jadi saksi transisi industri kereta api nasional, mulai era Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij hingga Staatsspoorwegen. Pohon Mahoni raksasa 120 Tahun di Kalibata, Jaksel. (Hans Wilhem/detikcom)

Jakarta, CNN Indonesia --

Di kembali kepungan gedung pencakar langit area Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, berdiri tegak sebatang pohon mahoni (Swietenia mahagoni) raksasa nan menolak menyerah pada zaman.

Berusia lebih dari 1,2 abad, pohon ini bukan sekadar saksi bisu sejarah kolonial, melainkan "paru-paru" alami nan tetap setia menyaring pekatnya polusi ibu kota.

Melansir Detik, Endang Teguh Pramono, alias nan berkawan disapa Pampam, pemandu dari Walking Tour Step Into Jakarta, mengungkapkan bahwa mahoni ini telah ada jauh sebelum pabrik-pabrik berdiri di area tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pohon ini menjadi saksi transisi industri kereta api nasional, mulai dari era Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) hingga diambil alih oleh Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1913.

"Usianya diperkirakan sudah 120 tahun. Ini betul-betul peninggalan dari awal peradaban di sini," ujar Pampam saat memandu tur, Rabu (1/4).

Pohon Mahoni di Jaksel ini mempunyai lingkar batang sepanjang 7,7 meter, dengan tinggi 34 hingga 38 meter.

Meski usianya sudah senja, performa ekologis mahoni ini sangat luar biasa. Berdasarkan prasasti di lokasi, pohon ini bisa mereduksi polusi udara antara 47 persen hingga 69 persen.

Menariknya, daun-daun pada pohon ini sering terlihat menghitam. Hal tersebut bukan tanpa alasan; warna hitam itu merupakan bukti nyata penyerapan timbal dan polutan rawan dari udara Jakarta nan dilakukan secara terus-menerus.

Selain sebagai penyaring udara, pohon ini mempunyai kelebihan lain seperti, mempunyai sistem akar tunggang nan menghujam dalam ke tanah, sehingga tidak merusak fondasi gedung alias trotoar di sekitarnya.

Lokasi pohon nan berdekatan dengan bank sampah membantu menetralisir aroma tidak sedap di area apartemen. Mahoni juga berkedudukan krusial dalam menjaga kesiapan air tanah di area pemukiman padat.

Pohon Mahoni raksasa 120 Tahun di Kalibata, JakselPohon Mahoni raksasa 120 Tahun di Kalibata, Jaksel. (Hans Wilhem/detikcom)

Keberadaan pohon nan masif ini tak lepas dari kepercayaan misterius warga. Pampam menceritakan bahwa sesekali ditemukan jejak persembahan di sekitar pohon, mulai dari dupa hingga sesajen nan diletakkan di celah-celah batang.

"Terkadang tempat ini dijadikan letak berdoa. Ada nan meletakkan makanan alias dupa sebagai corak tradisi tertentu," ungkapnya. Petugas kebersihan setempat pun rutin membersihkan area tersebut agar sisa-sisa persembahan tidak menumpuk.

Terlepas dari mitos nan menyelimutinya, mahoni purba ini adalah bukti nyata bahwa warisan alam bisa tetap lestari di tengah pesatnya pembangunan urban. Kehadirannya menjadi pengingat pentingnya ruang hijau sebagai pelindung kehidupan di megapolitan.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-lifestyle