Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam kritik nan dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Paus Leo XIV.
Meloni mengatakan tindakan Trump "tidak dapat diterima".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paus adalah kepala Gereja Katolik, dan adalah betul dan wajar baginya untuk menyerukan perdamaian dan mengutuk semua corak perang," kata Meloni dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.
Sebelumnya, Meloni menyatakan dukungannya terhadap upaya Paus Leo untuk perdamaian dan rekonsiliasi dalam perjalanan ke Afrika pekan ini.
"Saya pikir makna pernyataan saya sudah jelas, tetapi saya bakal menyatakannya kembali dengan eksplisit. Saya menganggap kata-kata Presiden Trump tentang Bapa Suci tidak dapat diterima," ujar Meloni.
Menanggapi komentar tajam Meloni, Trump mengaku terkejut. Sebab Meloni merupakan salah satu pendukung vokal Trump, namun sekarang "menarik diri" gara-gara perang AS ke Iran sejak akhir Februari.
Dalam sebuah wawancara menanggapi pernyataan itu, Trump mengatakan PM Meloni "sangat berbeda dari nan saya pikirkan."
"Saya terkejut olehnya. Saya pikir dia mempunyai keberanian. Saya salah," kata Trump, dikutip Reuters.
"Kami adalah, dan bakal tetap menjadi, pendukung tulus persatuan Barat dan sekutu setia AS, namun persatuan itu dibangun atas dasar loyalitas, rasa hormat, dan timbal balik," ujar Trump.
Trump menuai kritik dari banyak pihak setelah mengatakan bahwa dia "bukan fans berat Paus Leo".
"Saya tidak menginginkan seorang Paus nan berpikir bahwa tidak apa-apa bagi Iran untuk mempunyai senjata nuklir. Paus Leo lemah dalam perihal kejahatan, dan jelek untuk kebijakan luar negeri," kata Trump pada Minggu (12/4).
Paus Leo pun mengatakan dia mempunyai tanggungjawab moral untuk berbincang menentang perang.
"Saya tidak takut, baik terhadap pemerintah Trump, maupun untuk berbincang lantang tentang pesan Injil," pungkas Paus Leo.
(dna)
Add
as a preferred source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·