Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamanei mewanti-wanti perang psikologis (psywar) berupa operasi media musuh bisa menciptakan perpecahan dan persatuan di negara tersebut.
Mojtaba mengatakan upaya itu sengaja dilakukan pihak musuh untuk melemahkan moral dan keamanan publik. Ia lantas menyerukan persatuan nasional nan lebih kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyebut "persatuan nan luar biasa" di antara penduduk Iran menyebabkan perpecahan di antara pihak-pihak nan bermusuhan, demikian dikutip Anadolu Agendy, Jumat (24/4).
Motjaba lantas menegaskan bahwa mempertahankan dan memperkuat kohesi semacam itu bakal semakin melemahkan musuh.
Dia juga mendesak penduduk lebih waspada mengenai upaya apapun nan bisa mengeksploitasi kelengahan, dan mewanti-wanti agar tidak membiarkan upaya itu gagal.
Pemimpin alias pejabat Iran kerap menggemakan narasi serupa saat menghadapi musuh. Mereka bakal meminta penduduk menghindari perang psikologis dan terus memperkuat persatuan.
Musuh nan disebut Iran biasanya merujuk ke Amerika Serikat dan Israel.
Iran menjadi sorotan bumi usai AS dan Israel menggempur habis-habisan negara itu pada 28 Februari. Imbas operasi ini, Pemimpin Tertinggi nan juga ayah Mojtaba, Ali Khamenei, tewas.
Tak tinggal diam, Iran meluncurkan jawaban ke Israel dan aset militer AS di negara-negara Teluk. Dalam rangka menekan kedua negara, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga membatasi secara ketat akses kapal nan berafiliasi dengan AS-Israel.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·