Pernyataan Keras Rusia: As Hanya Peduli Kesejahteraan Mereka Sendiri

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia memberikan pernyataan keras soal Amerika Serikat, terutama soal tujuan utama invasi AS ke Venezuela dan Iran.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan AS tidak bisa berkilah lagi bahwa intervensi militer ke Venezuela dan Iran semata-mata lantaran minyak.

"Amerika Serikat secara resmi menyatakan bahwa tidak ada nan dapat mendikte mereka. Mereka hanya peduli pada kesejahteraan mereka sendiri," kata Lavrov kepada Televisi Publik Rusia seperti dilansir dari Aljazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lavrov menambahkan saat ini AS mau mempertahankan kesejahteraan mereka bagaimanapun caranya. Tak peduli apakah dengan langkah penculikan alias pembunuhan pemimpin negara lain, terutama nan sumber daya alamnya dibutuhkan AS.

"Venezuela, Iran,  orang Amerika tidak menyembunyikan bahwa itu adalah minyak. Mereka mempunyai doktrin kekuasaan di pasar daya dunia," kata Lavrov.

Dengan apa nan dilakukan Trump dan AS itu, Lavrov  menyatakan bahwa ini sudah tidak ada lagi norma internasional nan tersisa. Sebaliknya setiap keputusan dilatarbelakangi konsep bahwa "kekuatan adalah kebenaran".

Baik Venezuela maupun Iran adalah negara dengan persediaan minyak terbesar pertama dan kedua di dunia. Di posisi kedua adalah Arab Saudi nan merupakan sekutu AS.

Banner Microsite Haji 2026

Trump sebelumnya memang menyinggung soal mau mengambil minyak Iran dan mau mengusai Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak Iran. 

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Minggu (30/3), Trump mengungkap kecenderungannya dalam merebut minyak Teheran saat mempertimbangkan apakah bakal merebut pusat ekspor minyak Iran, Pulau Kharg.

Trump lantas menyamakan langkah potensial itu dengan ambisi AS untuk menguasai industri minyak Venezuela setelah menculik dan mendongkel Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.

"Sejujurnya, perihal nan paling saya sukai adalah mengambil minyak Iran, tetapi ada beberapa orang tolol di AS nan berkata, 'mengapa Anda melakukan itu?' Tapi mereka orang bodoh," kata Trump, 30 Maret 2026 lalu.

Sementara di Venezuela, Trump lebih terang-terangan menyatakan perihal ini.

"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, nan terbesar di manapun di bumi ini, bakal masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki prasarana nan rusak parah, prasarana minyak," ujar Trumo dalam konvensi pers di kediamannya Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNBC Januari lalu.

(sur/tim/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn-internasional