NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lamandau memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dengan penuh khidmat.
Bertempat di Guest House Rumah Jabatan Bupati Lamandau, baru-baru ini, momen ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Kerja Triwulan I serta Rakor Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lamandau.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra, dan dihadiri oleh jejeran pengurus serta kader PKK dan Posyandu dari tingkat kecamatan hingga desa se-Kabupaten Lamandau.
Rakor ini digelar sebagai wadah strategis untuk melakukan sinkronisasi dan pertimbangan mendalam terhadap penyelenggaraan program kerja nan telah melangkah selama tiga bulan pertama di tahun 2026.
Dalam arahannya, Norol Latifah menyoroti pengedaran penyelenggaraan program nan dinilai tetap belum merata di seluruh wilayah. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi nan lebih solid di setiap jenjang kepengurusan.
“Kita perlu bersinergi berbareng dalam menjalankan program PKK. Fokus utama kita meliputi tertib administrasi, edukasi keluarga, peningkatan kesehatan dan gizi, ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat secara luas,” tegasnya, Kamis (2/4).
Selain pertimbangan rutin, Ketua TP PKK juga menggarisbawahi sejumlah rumor sosial nan mendesak untuk ditangani bersama, antara lain:
- Pencegahan pernikahan awal dan pemberantasan narkoba.
- Penguatan pendidikan anak melalui optimasi peran PAUD.
- Peningkatan literasi masyarakat sebagai pondasi pembangunan sumber daya manusia.
Ia juga mendorong keberlanjutan aktivitas “Aku Hatinya PKK”, ialah pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan berdikari nan sehat bagi keluarga. Dari sisi kesehatan, pendampingan ibu mengandung dan pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu tetap menjadi prioritas utama guna menekan nomor stunting dan menjaga kesehatan ibu dan anak.
Dia mengingatkan bahwa keberhasilan PKK sangat berjuntai pada peran golongan Dasawisma. Sebagai unit terkecil nan bergesekan langsung dengan warga, Dasawisma berkedudukan krusial sebagai sumber info family nan jeli guna memastikan kebijakan nan diambil tepat sasaran.
Terkait kegunaan Posyandu, Rakor Tim Pembina kali ini juga membahas langkah persiapan menyambut lomba Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Kabupaten Lamandau tahun 2026.
“Agenda ini menjadi langkah awal kita dalam memastikan kesiapan seluruh pihak untuk mendukung transformasi Posyandu. Kita mau Posyandu bukan sekadar tempat menimbang badan, tapi menjadi pusat jasa dasar nan terintegrasi dan berkualitas,” ujarnya.
Dengan semangat HKG ke-54, TP PKK Kabupaten Lamandau berkomitmen untuk terus datang di tengah masyarakat, membawa perubahan nyata melalui pemberdayaan family nan berkelanjutan. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lamandau memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dengan penuh khidmat.
Bertempat di Guest House Rumah Jabatan Bupati Lamandau, baru-baru ini, momen ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Kerja Triwulan I serta Rakor Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lamandau.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra, dan dihadiri oleh jejeran pengurus serta kader PKK dan Posyandu dari tingkat kecamatan hingga desa se-Kabupaten Lamandau.
Rakor ini digelar sebagai wadah strategis untuk melakukan sinkronisasi dan pertimbangan mendalam terhadap penyelenggaraan program kerja nan telah melangkah selama tiga bulan pertama di tahun 2026.
Dalam arahannya, Norol Latifah menyoroti pengedaran penyelenggaraan program nan dinilai tetap belum merata di seluruh wilayah. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi nan lebih solid di setiap jenjang kepengurusan.
“Kita perlu bersinergi berbareng dalam menjalankan program PKK. Fokus utama kita meliputi tertib administrasi, edukasi keluarga, peningkatan kesehatan dan gizi, ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat secara luas,” tegasnya, Kamis (2/4).
Selain pertimbangan rutin, Ketua TP PKK juga menggarisbawahi sejumlah rumor sosial nan mendesak untuk ditangani bersama, antara lain:
- Pencegahan pernikahan awal dan pemberantasan narkoba.
- Penguatan pendidikan anak melalui optimasi peran PAUD.
- Peningkatan literasi masyarakat sebagai pondasi pembangunan sumber daya manusia.
Ia juga mendorong keberlanjutan aktivitas “Aku Hatinya PKK”, ialah pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan berdikari nan sehat bagi keluarga. Dari sisi kesehatan, pendampingan ibu mengandung dan pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu tetap menjadi prioritas utama guna menekan nomor stunting dan menjaga kesehatan ibu dan anak.
Dia mengingatkan bahwa keberhasilan PKK sangat berjuntai pada peran golongan Dasawisma. Sebagai unit terkecil nan bergesekan langsung dengan warga, Dasawisma berkedudukan krusial sebagai sumber info family nan jeli guna memastikan kebijakan nan diambil tepat sasaran.
Terkait kegunaan Posyandu, Rakor Tim Pembina kali ini juga membahas langkah persiapan menyambut lomba Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Kabupaten Lamandau tahun 2026.
“Agenda ini menjadi langkah awal kita dalam memastikan kesiapan seluruh pihak untuk mendukung transformasi Posyandu. Kita mau Posyandu bukan sekadar tempat menimbang badan, tapi menjadi pusat jasa dasar nan terintegrasi dan berkualitas,” ujarnya.
Dengan semangat HKG ke-54, TP PKK Kabupaten Lamandau berkomitmen untuk terus datang di tengah masyarakat, membawa perubahan nyata melalui pemberdayaan family nan berkelanjutan. (bib)
1 bulan yang lalu


English (US) ·
Indonesian (ID) ·