Jakarta, CNN Indonesia --
Pasukan Amerika Serikat mulai meluncurkan pesawat pembom raksasa B-52 pertama ke Iran di tengah sesumbar upaya negosiasi Presiden Donald Trump.
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan pasukan sukses mendaratkan B-52.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengingat peningkatan kelebihan udara, kami sudah sukses memulai misi B-52 pertama di darat, nan memungkinkan kami, seperti sebelumnya, untuk terus mengungguli musuh," kata Caine pada Selasa (31/3), dikutip Anadolu Agency.
Caine mengungkapkan selama perang berkobar AS sudah menyerang lebih dari 11.000 sasaran selama 30 hari terakhir.
Dia juga mengatakan AS sudah menghancurkan lebih dari 150 kapal Angkatan Laut Iran.
"Pasukan campuran kami terus konsentrasi ke tujuan militer kami sembari secara sistematis terus melemahkan dan menghancurkan keahlian Iran untuk memproyeksikan kekuatan dan menakut-nakuti peradaban di luar perbatasannya," ujar Caine.
AS dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari. Imbas operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan penduduk sipil di negara tersebut tewas.
Iran lantas meluncurkan serangan jawaban ke Israel dan aset-aset AS di negara-negara Teluk. Mereka juga menutup Selat Hormuz. Pertempuran hingga sekarang tetap terjadi.
Di tengah pertempuran itu, Trump sesumbar Iran bersedia negosiasi untuk menghentikan perang. Namun, Teheran membantah tuduhan tersebut.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·