Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dan Iran tak kunjung menemukan titik jumpa untuk negosiasi lanjutan.
Situasi ini membikin Paman Sam dan sekutu dekatnya Israel siap kembali menggempur negara Timur Tengah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat senior di militer Iran, Mohammad Jafar Asadi, memperkirakan pertempuran besar antara negara-negara tersebut bisa saja terjadi.
"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan terjadi," ujar Asadi dalam laporan media semi pemerintah Iran Far News, nan dikutip AFP, Sabtu (2/5).
Dia kemudian berkata, "Bukti sudah menunjukkan Amerika Serikat tak berkomitmen terhadap perjanjian alias kesepakatan apapun.
Kepala kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, sebelumnya mengatakan Teheran tak pernah menghindari negosiasi, tetapi mereka juga enggan menerima "pemaksaan" syarat-syarat perdamaian.
Sementara itu, sekutu dekat Israel melalui Menteri Luar Negeri Israel Katz menyatakan pemerintah bakal mempertimbangkan perang dengan Iran sesegera mungkin untuk mencapai tujuan nan mereka inginkan.
Dia lampau mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump berkoordinasi erat untuk mencapai tujuan perang termasuk memastikan Iran tak menjadi ancaman bagi kedua negara itu.
"Kami mendukung upaya-upaya ini dan memberi support nan diperlukan, tapi kami mungkin kudu bertindak lagi untuk memastikan tujuan-tujuan itu tercapai," kata Katza saat pidato di aktivitas promosi komandan Angkatan Udara baru, dikutip Middle East Monitor.
Komentar-komentar ini muncul usai Trump mengatakan tak puas dengan proposal terbaru Teheran. Namun, dia tak membeberkan poin mana nan ditolak.
Gedung Putih juga enggan memberikan rincian proposal baru Iran. Namun, utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff sempat mengusulkan perubahan agar program nuklir Iran kembali ke meja perundingan.
Perubahan itu mencakup tuntutan Iran tak memindahkan uranium nan sudah diperkaya dari letak nan dibom alias melanjutkan aktivitas di sana selama perundingan.
AS dan Iran sempat menggelar perundingan tenteram di Islamabad, Pakistan pada pekan kedua April. Namun, negosiasi ini berhujung buntu.
Pemerintahan Trump mau Iran mengakhiri program nuklir dan menyerahkan uranium nan diperkaya, tetapi Teheran menolak mentah-mentah.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·