Paus Leo Xiv Tunjukkan Foto Anak Muslim Lebanon Korban Serangan Israel

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Paus Leo XIV memperlihatkan foto anak muslim Lebanon nan tewas akibat serangan Israel untuk mendesak Amerika Serikat dan Iran kembali bermusyawarah mengakhiri perang di Timur Tengah.

Desakan itu disampaikan Paus Leo dalam pesawat saat perjalanan pulang dari kunjungan ke Afrika pada Kamis (23/4) waktu setempat.

Pope Leo juga menyerukan 'budaya perdamaian' baru guna menggantikan kekerasan setiap kali bentrok muncul. Menurut Pope Leo, intinya bukan soal Pemerintah Iran kudu berubah alias tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertanyaannya semestinya tentang gimana mempromosikan nilai-nilai nan kita yakini tanpa kematian nan begitu banyak dari orang-orang nan tidak bersalah," kata Pope Leo dikutip dari LA Times.

Dalam kesempatan itu Pope Leo menceritakan sebuah foto seorang anak laki-laki Muslim Lebanon nan tewas dalam perang Israel dengan Hizbullah baru-baru ini.

Bocah itu difoto sedang memegang papan bertuliskan ucapan selamat dayang kepada Paus ketika mengunjungi Lebanon tahun lalu.

"Sebagai seorang pastor, saya tidak dapat mendukung perang. Saya mau mendorong semua orang untuk menemukan respons nan berasal dari budaya perdamaian dan bukan kebencian dan perpecahan," ucap Paus.

Saat ditanya soal apakah mengutuk eksekusi Iran terhadap demonstran, Paus Leo menegaskan mengecam semua tindakan nan tidak adil.

"Saya mengutuk pengambilan nyawa manusia. Saya mengutuk balasan mati. Saya percaya bahwa kehidupan manusia kudu dihormati dan semua orang sejak konsepsi hingga kematian alami, hidup mereka kudu dihormati dan dilindungi," tutur Paus Leo.

"Jadi ketika suatu rezim, ketika suatu negara mengambil keputusan nan merenggut nyawa orang lain secara tidak adil, maka jelas itu adalah sesuatu nan kudu dikutuk," ucapnya menambahkan.

Selama konvensi pers di dalam pesawat, Paus Leo juga mengatakan kontrol imigrasi merupakan kewenangan suatu negara. Hanya saja menurutnya, imigrasi nan tidak terkendali menciptakan situasi nan terkadang tidak adil.

"Saya pribadi percaya bahwa suatu negara mempunyai kewenangan untuk memberlakukan patokan untuk perbatasannya," ujar Leo.

"Tetapi dengan mengatakan ini, saya bertanya: 'Apa nan kita lakukan di negara-negara nan lebih kaya untuk mengubah situasi di negara-negara nan lebih miskin' untuk memberikan kesempatan sehingga orang tidak terpaksa pergi?"

[Gambas:Video CNN]

(sry/bac)

Add as a preferred
source on Google
Sumber cnn-internasional